Showing posts with label bidadari_Azzam. Show all posts
Showing posts with label bidadari_Azzam. Show all posts

Wednesday, September 18, 2013

Keistimewaan Penghafal al-Quran


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...





*Bagi penghafal al-Quran (Hamlatul Quran), atau secara umum masyarakat lebih mengenali dengan gelaran “al-Hafizh", akan memperoleh 2 ganjaran kebaikan, ini merupakan kelebihan atau keistimewaan para penghafal al-Quran, yaitu :

1.Ganjaran di dunia.

2.Ganjaran di akhirat.



"Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!" (The Holy Qur'an 2:201)


Ganjaran di Dunia

Selain ganjaran-ganjaran di akhirat yang dijanjikan dalam Hadis Nabi S.A.W terhadap golongan Hamlatul Quran, terdapat juga ganjaran di dunia yang diberikan terhadap mereka.

(Riwayat Ibnu Majah) Penghafal al-Quran juga diangkat sebagai pemimpin.



“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (Riwayat Muslim)

Penghafal al-Quran mendapat certificate (pengesahan) dari Nabi mulia S.A.W.

“Adalah nabi Shallallohu 'alayhi wasallam mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal al-Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (Riwayat Bukhari)

Al-Quran menjanjikan kebaikan. “Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ganjaran di Akhirat

Ibu bapak dari para penghafal al-Quran mendapat kemuliaan. Sesiapa membaca Al Quran dan beramal dengan apa yang terkandung di dalamnya maka kedua-dua ibu bapaknya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinaran mahkota itu akan melebihi terang benderang daripada cahaya matahari, sungguhpun matahari itu berada di dalam rumah-rumah kamu di dunia ini. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud)

Masya Allah, girangnya para ibu bapak yang memahami dahsyatnya hafalan Quran.

Penghafal al-Quran akan mendapat syafaat (penolong),

Dari Abi Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu al- Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat kepada para pembacanya (penghafalnya).”(Hadits Riwayat Muslim)

subhanalloh, masya Allah! Penghafal al-Quran mendapat bonus berlipat ganda. "Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Quran) maka baginya (pembaca) dengannya (al-Quran) pahala dan pahala digandakan sepuluh sebagaimananya. Aku tidak kata bahwa “alif laam mim” itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim itu satu huruf." (Hadits Riwayat Tarmizi)

Oleh karena itu tidak heran jika para orang tua mengimpikan anak-anaknya menjadi penghafal al-Quran. Yang patut diherankan adalah jika orang tua masih malas mengajarkan quran kepada anak-anaknya, bahkan mendukung anaknya mengikuti konser-konser musik dan terjerumus dalam penyakit cinta dunia, naudzubillahi minzaliik...

Marilah kita berdoa agar dalam keluarga kita mempunyai sekurang-kurangnya satu hafizh/hafizhah, dan menyemangati anggota keluarga lainnya agar mencintai quran, mempelajari & meresapi makna ayat-ayatNya supaya selamat dalam mencapai tujuan di kampung akhirat nanti, aamiin...

wallahu a’lam…

Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat, dan mengoptimalkan ikhtiar dalam setiap aktivitas kebaikan... Aaamiiin....

Salam Ukhuwah... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah... ^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Catatan : *Disampaikan dalam tausiyah singkat sisters Krakow, 2012. Serta "Sharing" motivasi dengan sobat hafizhah quran di Kuwait.

Saturday, August 3, 2013

Sisters Membangun Dapur Umat di Masjid Krakow


Ifthor Ramadhan 1434h in Krakow

Pics : Our Strong Sisters ~Happy Working ;-)

Alhamdulillah… Menerima email cinta dari sohib ternyata mengingatkanku tentang rindu. Biasanya ketika berada di Poland, ada rasa kangen teramat sangat dengan keluarga yang berada di tanah air. Namun tatkala telah menyadari kepindahan dari Krakow-Old Town (yang sekarang sudah kami tinggalkan selama hampir enam bulan ini), ternyata mulai hadir kerinduan pula kepada sohib-sohib disana. Mereka saudara-saudari kita, mereka yang bersemangat belajar Islam. Begitulah qolbu, eratnya ukhuwah berbuah rindu. Semoga rasa ini menghadirkan keberkahanNya selalu, aamiin…

Berdirinya Islamic Centre Krakow tak lepas dari inisiatif dan inspirasi wanita muslimah. Seperti yang kita ketahui, kaum pria biasanya sibuk dan fokus dalam tugas penting karirnya, baik yang bekerja di perusahaan, maupun yang menjadi ilmuwan dan dosen (di Krakow). Hampir tidak ada waktu untuk memiliki jadwal pertemuan dan konsentrasi membahas masalah ummat, kehadiran ruang Islamic Centre tadinya semata-mata karena mereka mengutamakan kewajiban sholat jum’at.

Seiring berjalannya waktu dan munculnya kesadaran untuk berkegiatan yang lebih banyak, meningkatkan aktivitas kebaikan, maka ruang Islamic Centre tentu kami manfaatkan seoptimal mungkin. Termasuk pada saat Ramadhan tiga tahun berturut-turut ini, pagi hingga malam selalu ada brothers atau sisters yang mengunjungi masjid. Setiap malam-malam ramadhan, brothers melaksanakan qiyamullail. Silih berganti hadir tamu-tamu musafir (antara lain brothers dari India, sisters yang asal Turkey, brother dan sister dari Middle East, dll). Mereka tentu bahagia dapat mengunjungi masjid Krakow. Kegiatan sederhana yang jauh dari bermegah-megahan adalah ciri khas kami disini.

Ketika saya sudah berada di Kuwait, sister Anetta secara khusus mengatur waktu cutinya untuk melaksanakan kelanjutan projek dapur ummat. Subhanallah, beliau ini adalah muslimah yang kuat dan tegar. Karena di masa remajanya berada dalam naungan kekuasaan komunis, pernah saya ceritakan dalam artikel berbeda. Bahwa teman- teman di Krakow, waktu kanak-kanak dan remaja, selalu diajarkan “serba bisa”. Para lelaki harus ahli menjahit baju, menyetrika, membuat pakaian musim dingin, dsb. Para wanita pun harus bisa membangun rumah, memotong kayu, mengecat, memperbaiki mesin mobil, dan hal lainnya.

Saya pernah menulis tentang pesan bapak dan guru-guru saya, “Wanita cantik : karena wajah dan penampilan (nafsu yg berkata), karena kecerdasan berpikir (akal yg berucap), karena kepribadian/ akhlak yg terpuji (hati yg bicara). Dan percayalah pada penilaian hati & akal. Itu pesan buat para lelaki dalam menentukan pilihannya.” Dengan ragam keahlian dan semangat dalam menolong saudara, sister Anetta merupakan wanita cantik yang mampu memaksimalkan potensi dalam berkarya.

Begitulah sister kita yang satu ini, mohon do’a sahabat semua, semoga ia berada dalam perlindunganNya selalu, istiqomah dalam rambu islam, serta senantiasa bahagia di dunia & akhirat, aamiin. Tak hanya menolongku saat ‘packing pindahan’, ia jua gesit mengantarkan keperluan masjid. Keuletan dan piawai jemarinya pun menghadirkan perombakan ruang kosong bagian belakang di Islamic Centre Krakow, membangun dapur ummat, Masya Allah!



Sewaktu awal ramadhan 1434 hijriyyah ini, ruang dapur itu pun telah rapi. Sehingga semua brothers dan sisters dapat memaksimalkan manfaat Islamic Centre, tak hanya menyimpan stok daging halal lebih banyak, memasak untuk berbuka puasa dan mengahangatkan menu sahur pun dapat dilakukan di sini, Insya Allah… Berkunjunglah ke Islamic Centre Krakow jika kalian berkesempatan traveling ke Poland.


Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a, semoga kian bersemangat dalam aktivitas Ramadhan yah...^^ :-), kita juga bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Thursday, July 11, 2013

Diaspora Indonesia Pecinta Qur’an di Kuwait




Sebelum berada di negara baru yang akan disinggahi, kami selalu berkomunikasi dengan para diaspora Indonesia yang telah lebih dahulu berada disana. Tentu kaum diaspora (perantau) Indonesia selalu ingin saling menebar manfaat dan memperluas jaringan persahabatan. Apabila lokasi sebuah negeri ternyata tak kita dapati info tentang WNI (Warga Negara Indonesia), maka berusahalah menghubungi pihak kedutaan RI di area terdekat dengan wilayah tersebut.

Beberapa bulan sebelum pindah ke Kuwait pun, saya berkenalan dengan beberapa blogger dan wartawan Indonesia (baik yang masih bertugas di Kuwait, maupun yang sudah kembali ke tanah air atau bertugas ke tempat lainnya). Alhamdulillah melalui banyak tautan di kolom komentar sebuah blog, berlanjutlah pertemanan ke sobat WNI lainnya. Kemudian saya mengenal sebuah blog buletin islami ‘projek akhirat’ muslimah (WNI) di Kuwait yaitu Al-Husna.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, materi dan tausiyah dalam lembaran Al Husna ternyata relevan dengan keseriusan sisters Muallaf Krakow dalam mempelajari Al Islam. Ustadzah Latifah Munawarah, MA (Kandidat Doctor di Universitas Kuwait dan merupakan pembina banyak majelis taklim se-Kuwait) dan sisters atau ummahat lainnya pun sangat ramah dan segera membalas email-email kiriman kami, di tengah kesibukan mereka. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza, dear…

... baca lanjutannya yang lumayan panjang disini saja : link islampos :-) Bahagianya dalam ber'fastabiqul khoirot', subhanalloh, obat jiwa raga adalah tadabur qur'an serta kencangnya ukhuwah, berulang kali kita pasti merindukan suasana ini, insya Allah...

Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, selamat berjuang sahabat-sahabat! Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah^^ ... Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, June 24, 2013

Runtuhkan Keluh




Bismillah walhamdulillah…

Suatu hari seorang teman berbagi cerita bahwa hari itu ia amat lelah, “Dua kali lipat capek, remuk badan rasanya…hati pun menjadi panas…” Ujarnya. Aku mengerti perasaannya, sebab ia bilang bahwa teman di sampingnya dalam perjalanan itu adalah sosok yang tak henti mengeluh. Aku pun pernah mengalami hal itu. Kita harus memperbanyak istighfar agar tidak ketularan imbas keluh kesah tersebut. Meskipun sering kali kita menahan diri dengan berusaha tenang untuk menjadi pendengar yang baik, namun jauh lebih sering keluh kesah itu tak punya tujuan jelas, sehingga kalimat yang sama berulang-ulang mampir di telinga seolah lebih buruk dari pada kaset rusak.

... artikel lanjutannya silakan teman-teman baca di IslamPos-link ini :-)

Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka “ (QS. Ar Ra’d: 11). Masih panjang jalan terbentang, teramat luas dan banyak pintu-pintu rezeki (halal) curahanNya. Masih banyak potensi dan kreasi diri yang harus kita optimalkan, jangan sampai dikaburkan atau terkubur gara-gara keluh. Kalimat keluhan dapat menumpulkan ide dan semangat.

Berbagi rasa dan dekapan bahu dengan saudara tentu menentramkan jiwa, namun harus waspada, bukan tidak mungkin terbitlah kalimat-kalimat keluh, padahal bisa jadi orang di hadapan kita sedang mengalami keterpurukan dan peristiwa yang lebih dahsyat dari pada kita yang berkeluh. Lebih baik diam berhias istighfar sehingga hati menjadi tentram. Jika kita tidak dapat mengurangi beban saudara, minimal hindari banyak mengeluh karena akan menambah beban baginya.

Apalagi tatkala mengingat kondisi saudara-saudari kita di Suriah, Gaza dan area konflik lainnya saat ini. Marilah kita bercermin diri, tak pantas mengeluh tentang makanan ‘pilih-pilih sesuai mood-lidah’, sedangkan mereka disana belum tentu bisa makan. Tak pantas kita sibuk menginginkan sepatu dan baju baru ‘hanya’ gara-gara mengikuti trend fashion updated. Sedangkan di sana, mereka hanya punya satu baju nan melekat di badan. Bahkan kaki atau tangan telah diamputasi sebagai bukti perjuangan. Faghfirlana… Ampuni kami ya Allah.

Allahummansur Islam wal Muslimin, Allahumma A’izzatal Islam wal Muslimin wa Adzillassyirka wal Musyrikin…aamiin Semoga keluh telah runtuh dari jiwa-jiwa suci yang telah siap menanti ramadhan ini… Hadirkan lisan jelita dengan menularkan kalimat hikmah berisi solusi. Semoga Allah melimpahkan kemudahan bagi kita semua dalam mengoptimalkan aktivitas kebaikan, aamiin…Wallohu’alam bisshowab.



Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykum Wrwb... :-)

Wednesday, June 12, 2013

Mufti Menk in Kuwait (Info)




Assalamu'alaykumwr...

Frwd from email dan my bbm ;-)

Islamic Center of Kuwait (ICK) always strives to provide programs for the benefit of English speaking Muslim community in Kuwait in order to remain steadfast in our Deen and to be successful in this world and in the hereafter.

We are enclosing a flyer of a joint program by ICK with FIMA and IMWA under the patronage of Ministry of Awqaf & Islamic Affairs & Grand Mosque Administration. The main program will be held on 13 June 2013 in International Islamic Charitable Organization Hall (IICO), South Surra (near Civil ID office) immediately after Maghreb prayers. The map of IICO is given in the flyer.

As you know, Mufti Ismail is a powerful and renowned international speaker, Mufti of Zimbabwe and has a large following in the Muslim world, especially among English speaking Muslims.

He will also deliver Friday khutbah on 14 June 2013 in Masjid Al-Othman, Kuwait City. We will also have a lecture in Masjid Al-Othman by Mufti Ismail Menk between Maghreb and Eisha on Friday, 14 June 2014.

Jazak Allah Khair!

(ICK Management)

Walhamdulillah, hope we can come and get more knowledge from his tausiyah... Salam Ukhuwah from Kuwait, ^-^

(twitter : @bidadari_azzam)

Barokalloh, :-) Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Thursday, March 14, 2013

bidadari_Azzam di Majalah PARAS edisi maret 2013

Alhamdulillah 'ala kulli hal, semoga usia kita berkah, aamiin Ya Allah...

Sebelum saya dan keluarga berangkat dari Krakow ke tanah air pada awal tahun (baca di sini), saya menyempatkan menjawab wawancara via email dari jurnalis PARAS. Beliau mengetahui tentang saya dari salah satu sahabat penerbit :-).

Saat itu baru saja berlangsung acara berbagi mawar yang saya ceritakan beberapa waktu lalu, sehingga ada pula dua stasiun televisi Poland yang ingin berbincang denganku yaitu tvpl dan Tvn... Karena keterbatasan waktu dan 'rempongnya' situasi packing di hari terakhir tersebut, saya tidak bisa menjawab keseluruhan wawancara dengan wartawan tv Poland tersebut.

Saya merekomendasikan beberapa sisters di Krakow untuk dihubungi oleh kedua stasiun tv itu, namun (lagi dan lagi) sisters malah ketakutan, ada prasangka dan perasaan tidak enak~ takut adanya intimidasi dan sejenisnya jika menjelaskan prihal keislaman mereka kepada masyarakat lokal (media televisi tsb). Yah, begitulah kondisi di Krakow, beginilah situasi perih sebagai minoritas muslimin di tengah kaum katholik yang amat taat dengan doktrin-doktrin pembesar church mereka.

Di halaman 34-36 majalah PARAS edisi maret 2013 ini, ada informasi mengenai hal tersebut, bagaimana kiprah dakwah di Krakow... :-)

Syukron jazzakumulloh khoiru jazza atas segala dukungan, do'a dan apresiasi sobat-sobat semua...

Alhamdulillah, alangkah indahnya ukhuwah islamiyah ^^







Azzam dan Uncle Ajudan meembaca PARAS edisi maret 2013 :-D

PS: Ternyata hasil wawancara dimuat juga :-) disini : Sri Yusriani (bidadari_Azzam)~Lukipos

Barokallohu fiikum, Fii amanillah...Salam Ukhuwah dari Krakow...(^_*)

@bidadari_Azzam

Monday, April 16, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (3): Selalu Merenungi Kematian




Lagi-lagi program liburan kami berubah, kecondongan hati mengikuti keinginan orang tua dan sosok ortu kami sedang doyan punya perubahan dadakan, beginilah liburan di Indonesia, rute Jakarta, Batam dan Palembang akan kami jalani. Jauh panggang dari api, tak ada istirahat dan impian untuk leyeh-leyeh ternyata tinggal kenangan, sama saja di Krakow atau di bumi pertiwi, saya tetaplah berkutat dengan pernak-pernik ragam urusan dalam rumah tangga.

Istilah orang betawi, ‘belum juga narik nafas nih ye…’ tiba-tiba ponsel kami berdering, hari selanjutnya Nini (sebutan bahasa Sunda : nenek) sedang koma di ruang ICU rumah sakit. Hati ini bergetar, mungkin saja memang beliau menanti perjumpaan dengan kami dan ketiga cicit pertamanya ini, pikirku tatkala mendengar kabar itu. Beliau sudah lumpuh beberapa tahun terakhir dan dirawat oleh suster pengasuh jompo di kediamannya.


Jangan berprasangka kalau kami tak peduli padanya, duhai teman. Sungguh suamiku yang merupakan cucu kesayangan aki nini, pernah berurun ide agar kami merawat nini-aki suatu hari nanti (itu rencana dahulu, di kala awal pernikahan kami). Namun jangankan mau menjalani hari untuk merawat beliau berdua, sewaktu kami mabit dua hari saja di kediaman yang megah itu, semua barisan pakdhe dan budhe, tante dan om sibuk meneleponi para pembantu di sana, kasak-kusuk menanyakan tentang seberapa dekat obrolan kami dengan nini-aki. Entahlah, sepertinya mereka punya keributan di belakang layar mengenai sisa-sisa harta warisan. Kami yang sibuk dengan urusan kuliah dan merajut cita-cita sakinah mawaddah wa rohmah dalam berumah tangga tentu tak mau ikut pening dengan kasak-kusuk mereka. Terakhir kali jumpa nini aki adalah 5 tahun lalu ketika kami mau berangkat ke Bangkok, Azzam masih balita.

Singkat cerita seusai mengkonfirmasi tiket ke Batam, kami menuju rumah sakit di bilangan Cinere, bergantian menyaksikan sosok rapuh sang nini yang kami sayangi. Mama mertuaku hanya beberapa detik memasuki ruang ICU, bergantian dengan suamiku yang juga hanya beberapa detik, “Ya Allah, aku gak kenal lagi wajah nini dah kayak githu….”, bisiknya ketika keluar dari ruang ICU. “Kok cepat banget sih?”, balasku. “Aku gak kuaaaaat…. Sediiiih liat nini….”, bisik Abu Azzam lagi dengan suara tersekat.

Seperti biasa, lanjutannya baca disini (link-Kisah Eramuslim) yah teman-teman... :-)

Barokallohulakum, salam ukhuwah dari Krakow! (^-^)

Tuesday, April 3, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (2): Perjalanan Lancar Bersiram Do'a





Eve menolongku menyetrika, sudah sebulan ini, ia datang setiap akhir pekan seusai les menggambar yang diikutinya.

Ia adalah seorang siswi high school (SMU, kalau di Indonesia) yang cerdas dan sedang mempersiapkan diri masuk universitas idaman di tahun depan. Biasanya Eve hanya datang seminggu sekali karena kegiatan menolong pekerjaan rumah di appartemenku ini hanyalah memanfaatkan waktu luang baginya, serta menambah uang tabungan untuk persiapan di universitas kelak.

Namun seminggu sebelum kami mudik, Eve tak banyak ujian di sekolah, maka ia bilang bahwa ia mau membantuku lebih banyak lagi dalam hal persiapan packing mudik.

Ia bersihkan dua kamar kecil dan rak-rak buku, ia setrika tumpukan pakaian yang akan kami bawa, bahkan sehari sebelum berangkat pun, ia menyempatkan diri untuk mengajari Azzam dalam kelas bahasa Polish dan menjelaskan mengenai beberapa buku Pe-Er yang harus dibawa Azzam buat liburan ke Indonesia.

Keberadaan Eve dalam tiap kunjungan bantuannya amat mempermudah tugas rutinku. Apalagi ia pandai memikat hatiku, sebagai contoh ketika ia memahami ketidak-berdayaanku saat flu berat melanda, maka ia datang di pagi hari sebelum jam sekolah siang bertepatan saat itu tak ada ujian, ia bantu membersihkan WC, ruang tamu, dan ia lap rak sepatu, juga ia sempatkan membuat kue bolu sebagai teman minum teh hangat buatku.

Ia bisa cepat tanggap ketika kuajarkan cara membersihkan kompor dan merapikan dapur. Saya telah menganggapnya sebagai saudari sendiri, bukan sebagai maid atau asisten. Alhamdulillah.

Setelah berpelukan erat, Eve bilang, “Titip salam buat keluargamu di Indonesia yah, kalian pasti senang sekali karena bisa berkumpul dan berlibur…”, “Tentu saja…nanti kita sms-an yah, Eve…terima kasih sudah menolongku…,”ujarku, sebelum ia mengucap Do widzenia, Do zobaczenia sambil tersenyum & melambaikan tangan.

:-)

Hari itu turun salju lebat---yang tadinya hanya rintik-rintik, salah satu sister yang ingin mengunjungiku batal datang, dengan bersedih ia tulis sms, ”My Ry, kochane... please come back soon for me. I love you so much, take care and have a safe trip, honey....”. Kami berbalas sms dengan saling mendo’akan, sisterku ini baru beberapa hari menjadi muslimah.


Silakan lanjutin di link-Kisah- Eramuslim yah... :-)

Salam Ukhuwah dari Krakow, Barokalloh!

Friday, March 30, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (1): Rezeki Besar Sebelum Berangkat


Tentu kerinduan amat membuncah, gelegar rasa kangen telah memenuhi isi kalbuku, kangen pada ayah ibu serta seluruh keluarga besar dan teman-teman di kampung halaman, dua tahun bukanlah waktu yang pendek bagiku untuk menjalani hari tanpa senyuman kedua orang tua di depan mata.

Apalagi, jarak GMT+1 alias perbedaan waktu enam jam itu telah membuat komunikasi jarak jauh tersendat-sendat, dalam dua tahun, masing-masing pihak dua ortuku (orang tuaku serta orang tua suamiku) sudah dua kali harus menjalani perawatan di rumah sakit karena merosotnya kondisi kesehatan mereka. Dan di ujung Kota Krakow, kami hanya bisa bermunajat kepada-Nya serta menatap foto-foto mereka sebagai obat kangen.

Tatkala sebulan sebelum jadwal mudik, saya harus re-new passport terlebih dahulu di Warszawa, karena masa berlaku passport akan segera habis, dua bulan berikutnya. Sekedar info, re-new passport bisa kita lakukan kalau masa berlaku passport lama tidak sampai 6 bulan lagi, atau jika akan memperpanjang visa yang ternyata masa berlaku passport sudah ‘tanggung’, tak sebanding dengan masa berlaku visa tinggal.

Alhamdulillah, tatkala penggantian passport tersebut, sistersku asal Malaysia menjemput diriku dan bayi kecil kami yang berperjalanan dari Krakow ke Warszawa dengan kereta api, mereka menemui kami di Warszawa central, lalu mengantarkan kami ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warszawa, selanjutnya mereka meneruskan jadwal perkuliahan di kampus masing-masing seusai memeluk erat kami, kuatkanlah ukhuwah kami, ya Robbi… subhanalloh!

...lanjutannya baca di link-Kisah Eramuslim yah :-)

Barokallohulakum, Salam Ukhuwah dari Krakow! :-)

Friday, March 9, 2012

Catatan Cinta-Nya di Krakow---seri 1, promo, don't miss it!


Alhamdulillahi robbil 'alamiin, :-) Semoga Allahu ta'ala memberkahi dan meridhoi langkah kita, aamiin. :-)



Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat...


Sahabat-sahabat yang sholeh dan sholihat,

Berjuta maaf karena perbedaan waktu antara Krakow dengan Jakarta, kami jadi telat menampilkan kabar buku Catatan CintaNya di Krakow (CCK)-seri 1 ini. Sehingga 15 hadiah kartu pos Krakow bertanda tangan penulis yang merupakan jatah bagi 15 pembeli pertama telah ludes duluan saat peluncuran buku di Islamic Book Fair 2012 hari ini.
Namun tak perlu kecewa, yang penting bukunya bisa segera ada dalam genggaman, yah... ;-)

Silakan langsung menuju TKP--- kunjungi stand Eramuslim di acara Islamic Book Fair 2012 senayan, di area Zamzam (lantai 2) stand no 14 (sebelah stand Ummi), sambil berwisata rohani dan menerbitkan minat baca keluarga, yoook, kunjungi beramai-ramai!

Buku CCK seri 1 ini dapat diperoleh pula di Toko Buku Wali Songo, Gunung Agung dan toko-toko buku islami lainnya.

Hanya sedikit 'bedanya', buat sahabat-sahabat yang berminat menjadi reseller atau membeli secara gabungan alias membeli banyak karena titipan teman lain, dsb, dan juga sobat-sobat kami di berbagai daerah seluruh Indonesia, ada diskon khusus, jangan khawatir ;-)....

Jangan khawatir pula kalau memang telat datang ke IBF atau tersendat akibat macet, tetap bisa pre-order sekarang juga! (nanti panitia akan mencatat pemesanan sobat)

TAPI... siap-siap yah kalau panitia IBF 2012 atau pihak pemasaran menanyakan 'special questions' tentang bidadari_Azzam agar sobat bisa mendapatkan diskon khusus tersebut!




Untuk informasi lain selanjutnya, dan kalau masih ada rezeki kalian nih yeee... masih tersedia stok buku berkartupos Krakow, silakan contact Bunda sari di : +6281382247730, dapatkan CCK -seri 1 sebagai cetakan promo ;-))
:-)

Jangan lupa join dan undang sobat lain di page baru kita yah : http://www.facebook.com/pages/Books-of-bidadari_Azzam/245080635586332

Barokalloh always, Salam Ukhuwah dari Krakow!

Wassalamu'alaykum wrwb...
-Abu Azzam-

twitter @bidadari_azzam (^-^)

Saturday, December 31, 2011

Sajak Mengeja Masa



:-)


Ingatkah tangis pertama dinanti setiap mata
Buaian pagi hingga malam berkuntum kecup sayang
Bisikan do’a ayah bunda teruntai gemilang
Agar sosok permata jiwa senantiasa berhias cinta-Nya

Mengalun nafas segar
Iringan tinta menggores lembar kertas putih
Rajut impian sembari sumringah
Tegar tatkala cabaran datang
Pangkas kegetiran yang terkadang hadir
Detak-detik irama langkah
Tapak menuju cita
Menjemput asa kemilau pelangi indah

Hari berminggu dan hitungan tahun
Berbilang usia terlewati
Ada senyum merona
Ada canda tawa
Ada kelam duka
Ada tangis bersuka ria jua lara
Ada samudera bahagia
Ada pula luka dan noktah

Ada aroma harum semerbak
Ada pula bau yang menyengat
Bertemu segala peristiwa
Kala menggali perbekalan

Bertemu cahaya hidayah adalah obat rindu
Genggam harap pertolongan-Nya sepanjang waktu
Biarkan kepalsuan dunia berlalu
Tak mengusik kesucian kalbu

Duhai penyembuh luka
Purnama jelita percikan hangat ukir senyuman
Ketika datang problema dalam tapak nan tertatih
Engkau ingatkan bahwa kesenangan adalah fana
Engkau tunjukkan hikmah sejati dalam tiap perjalanan
Engkau sematkan tanda kasih tiada henti
Berapa musim telah berlalu dengan kucuran samudera anugerah-Mu
Lantas mengapa hamba masih goyah memaknai kurnia-Mu


Kerlap-kerlip pun denting riuh kala senja
Terpaan bongkahan putih pun dedaunan kering
Hamparan pasir ataukah kusamnya jalanan kota
Lagi dan lagi pemandangan fana
Entah berapa anak tangga lagi yang masih sanggup kunaiki
Menuju hadiah sejati dalam ridho-Mu
Menyeka peluh serta meluruhkan nurani
Penyembuh luka tatkala masa berlalu

Pada jiwa
Dekap niat nan satu
Mohon teguhkan keimanan dalam diri
Duhai Ilahi
Mengeja masa seolah berkaca
Penuh Tanya dalam dada
Akankah Engkau ridho atas usia nan kami jalani
Akankah Engkau ridho atas jiwa raga ini


Mengeja masa dalam harapan tiada henti
Semoga sikap istiqomah tak pernah berlari
Beriring ikhlas di hati
Dalam ketaatan pada-Mu, Yaa Robbi


(Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. QS.Al-‘Asr:1-3)

Wallahu’alam bisshowab.
(bidadari_Azzam, Salam ukhuwah dari Krakow, malam 11 Muharram 1433 H)

telah dimuat di Oase Iman-Era Muslim pada link ini, :-)

Tuesday, December 6, 2011

Secuil Berita ❤


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

Syukron jazzakumulloh khoiru jazza atas kunjungannya, do'a-do'a kalian serta email yang masuk di email-address pribadi kami maupun di milist brothers@Krakow, :-)

Saya pertama kali cerita Krakow yah yang tentang Senyuman :-), trus ternyata baru ditampilkan pula di link-Kisah Eramuslim, mungkin redaksinya barusan ngubek-ngubek artikel lama, :-D, tempo hari tulisan itu kan 'curhat yang kepanjangan', jadinya tidak bisa dimuat di Oase Iman, takut pembacanya bosan, hehehehe (^-*, mudah-mudahan gak yah...)

Oh iya, ada beberapa pemuda-pemudi yang menyatakan "perasaannya", (uhuyyy... ^-^ ❤ :-)), bahwa mereka amat tertarik pada Islam, mereka sedang jatuh cinta pada agama tertua ini, agama asli sejak zaman-Nabi Adam 'alaihissalam, agama yang benar, yang membawa keselamatan dunia-akhirat. Beberapa dari mereka telah menjadi sohib kami, telah mengikrarkan dua kalimat syahadat pula, dan beberapa lainnya sedang mencari kepastian, menimbang-nimbang untuk meyakinkan sang hati, :-)maka mari kita do'akan semoga Allah ta'ala memantapkan dan meneguhkan hidayah-Nya buat mereka, amiiin... Allahumma amiin.

Barokalloh sobat muslims, keep istiqomah, & Salam Ukhuwah!

Monday, December 5, 2011

Terbalas Cepat Dalam Kesabaran


Sangat terburu-buru, ia menarik tanganku untuk segera duduk di ruang tamunya. Ia temanku, anak semata wayang, sebut saja Kasih, pernah lama ditinggal orang tua ke luar daerah, maka supaya tak hanya berdua dengan si ’mbak asisten’, ia ajak Miss Nona ikutan tinggal di rumahnya.

Tadinya Miss Nona ini sudah ‘didepak’ dari kos-kosan di ibu kota tersebut, sebab perangainya kurang baik, jorok dan dianggap pembuat onar, maka tawaran tumpangan di rumah Kasih adalah momen yang pas, apalagi Kasih ‘gak perhitungan’, semuanya gratis, Kasih malah sangat berterima kasih karena Miss Nona mau menemaninya di rumah.

Hitungan tahun sudah berjalan, gratis tempat tinggal, makan-minum, dan pakai motor + bensin gratis ketika kuliah, Miss Nona jadi besar kepala, si mbak asisten akhirnya tak sanggup untuk mengadukannya kepada Kasih, karena selain Miss Nona sering teriak-teriak melulu menyuruh ini-itu, di waktu Kasih punya ‘job di luar kota’, ternyata Miss Nona mengajak pacarnya menginap di rumah itu!

Riuhnya gossip tetangga, Miss Nona bahkan menyuruh mbak asisten untuk cuti dari tugas bersih-bersih rumah, ia cuek saja berduaan dengan sang pacar bagaikan pasutri di rumah tumpangan itu, duh, sungguh hilangnya rasa malu.

Kasih, temanku yang baik ini, masih bisa bersabar, apalagi di tahun akhir kuliah Miss Nona, bertepatan dengan tragedi kecelakaan bagi Kasih, ia harus dirawat di rumah sakit, sebulan lebih. Kasih berharap, Miss Nona membantu kesembuhannya, Orang tua Kasih hanya bolak-balik ke luar kota dan setiap akhir minggu, menemani Kasih di rumah sakit itu.

“Namun ternyata, Miss Nona malah menggelapkan dana, uangku malah dipakai buat keperluan pribadi, dan dia cerita ke teman-temannya bahwa dia bayar sewa rumah di tempatku itu, aduuuh, koq bisa sih cerita berkebalikan gitu?

Kamu kan tau, sist, aku gak pernah minta bayaran sewa ke dia, aku gak perhitungan sama dia, eeeeh… ternyata koq di mata teman-temannya, ia menjelekkan aku, bahkan dia bilang bahwa aku sering menyuruh-nyuruh dia kayak pembantu, lho…Padahal kan aku punya si mbak pembantu?!”, curhat Kasih.


“Sabaaar…Sabar…”, ujarku waktu itu.

Peluk cium dari jauh buat Kasih, & silakan simak lanjutannya di link-Kisah Eramuslim ini yah sobats...

Salam Ukhuwah dari Krakow ^-^ ❤

Sunday, December 4, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (7) : “Terserah Orang Lain Bilang Apa…”



Saya terus mencari-cari agama apa yang benar-benar ‘punya Tuhan’. Dalam pencarian itu, saya pernah menemukan agama bertuhan banyak, berdewa-dewi, dan berdongeng-dongeng, saya amat pusing, akal saya tak menerima cerita-cerita lucu itu, termasuk tentang anak Tuhan, wali dan pewaris tahta Tuhan. Sister Von dan brother Sholeh memiliki kesamaan kisah mengenai hal tersebut.

Saat mereka menemukan cahaya Islam, ada suatu perasaan mendalam, bercampur aduk gejolak hati, terutama rasa lega dan bahagia karena berjumpa agama Allah yang merupakan satu-satunya agama yang benar. “Sukar melukiskan perasaan itu. Perasaan tentang bagaimana saya begitu percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah, serta Muhammad adalah Rasulullah… kemudian saya menjadi turut emosi ketika orang-orang kafir menghina agama-Nya, mencaci-maki rasul-Nya, dan saya pikir itulah bukti bahwa saya sudah merasa memiliki Islam dalam hidup ini…”, brother Sholeh bersemangat mempelajari islam.


Dulu masa kecil, mereka ‘ngikut’ saja merayakan berbagai pesta keagamaan orang tua dan kakek-nenek mereka. Bahkan mereka dijejali cerita-cerita yang tak pernah terjadi, bahkan orang tua mereka sendiri tak dapat menjawab jika anak-anak mempertanyakan kebenaran cerita yang diutarakan. Lantas demikianlah kebanyakan pengalaman pemuda Islam Muallaf di berbagai belahan bumi, mereka melakukan pencarian sendiri tentang siapakah Pencipta, siapakah Sang Pemelihara, Sang Pelindung Yang Maha Berkuasa itu? Subhanalloh… “Dan saya menemukan agama Islam, saya yakin ini adalah agama yang benar. Saya lega dan tidak stress lagi saat mempertanyakan tentang keberadaan diri saya di dunia ini…”, ringan sekali ucapan sister Von.

Ya Allah, Tuhanku Yang Maha Pemberi Hikmah, diri ini sering kesal berada di Krakow-nun jauh dari pertiwi, namun ternyata saudara-saudariku ini merupakan pembawa senyum dan penghibur jiwaku. Jika saya tak berada disini, tentu tak mungkin berjumpa mereka di masjid Krakow ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwasiat, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu”. (HR. Muslim)

Simak lanjutan Kisah hikmah ini di link Kisah-Eramuslim kita ;-)

Salam Ukhuwah dari Krakow, semoga kita tetap saling berkirim do'a, Barokalloh brothers & sisters... ^-^

Wednesday, November 23, 2011

Iedul Adha 1432 H di Krakow ❤






Pics : Suasana Iedul Adha 1432 H @Krakow, :-)



Subhanalloh…

Mataku sampai basah hingga ke pipi dan sajadah tatkala kami melaksanakan sholat Maghrib usai meminum jus jeruk plus kurma ta’jil, shaf sisters mencapai tiga barisan, this is amazing! Kami berkumpul hari Sabtu, 9 Dzulhijjah 1432 H untuk berbuka puasa bersama. Brothers yang hadir sekitar 35 orang, sedangkan sisters yang hadir sekitar 25 orang, dan anak-anak 7 orang. Subhanalloh, imbas dari cepatnya informasi tersampaikan, maka banyak Muallaf (dan Muslim Krakow) yang menghubungi email para aktivis masjid. Kami pun bisa saling berkunjung, berjumpa di saat ada kelonggaran waktu. Syukron jazzakumulloh buat Eramuslim pula…

Betapa mahalnya ikatan ukhuwah Islamiyah nan erat, amat berharga bagi setiap Mukmin yang ingin selalu menjaga keimanan pada-Nya, Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr [103] : 1-3)

Allahu Akbar...

... :-) Silakan baca artikel lanjutannya di link berita-Silaturrahim Eramuslim ini, yah (^-^)

Barokalloh muslim sedunia, salam ukhuwah! ❤

Tuesday, November 22, 2011

Iedul Fitri 1432 Hijriyyah di Krakow

:-)“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55] : 13)


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh,

berita terkait dapat dibaca di link-Silaturrahim-Eramuslim ini. :-)






pics : Suasana Hari Raya Iedul Fitri di ruang brothers, Sobieskiego 10, Krakow, Ied Mubarak, 1432 H

Monday, October 31, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (6) : Menjaga Kesucian Cinta



Tadinya brother Hasan adalah aktivis Gereja yang sangat sibuk, sejak usia sekolah hingga lulus universitas, dia memang amat aktif di berbagai kegiatan. Suatu hari, ia jatuh cinta, waduh, ia gambarkan suasana hati yang amat fantastis, setiap hari terbayang-bayang ‘si wanita yang dicintai ini’.

Perempuan cantik bermata biru yang biasa dilihatnya melalui jendela apartmen, ternyata adalah seorang mahasiswi di universitas lain, beberapa menit perjalanan bus kota dari rumahnya. Mungkin si cewek punya teman yang rumahnya berdekatan dengan brother Hasan.

Hasan bukan orang yang agresif, dia hanya memendam rasa cinta tersebut. Ia memang selalu terbayang-bayang wajah si cewek di kala momen apa pun juga, ibarat lagu dangdut Indonesia, “Mau makan, teringat dia…Mau tidur, teringat dia…”, pokoknya capeeek deh, masa’ sih ingat dia melulu, bisa mengganggu konsentrasi dalam aktivitas lainnya. Namun Hasan tidak menjadi ‘gelap mata’, ia perlahan mencari tahu tentang si cewek, yah dipikirnya, “Siapa tahu memang jodoh…”, kira-kira begitu.

Suatu hari, Hasan kaget, si cewek memakai kain di kepala, (seperti kerudung) padahal kain itu adalah syal panjang. Melalui teman dari cewek itu, Hasan jadi tahu bahwa cewek bermata biru itu sudah menjadi Muslimah. Lantas Hasan menggunakan ‘ilmu dari Paman Google’, ia cari segala hal tentang Muslimah, apakah Muslimah itu? Bagaimanakah kehidupan Muslimah? Kenapa Muslimah berpakaian seperti itu? Dan lain-lain. Dengan cara ‘keluyuran’ di media-media Internet pula, Hasan menemukan berbagai informasi tentang Islam. Ia amat tertarik akan agama ini.

Hikmah akan kisah brother Hasan dapat langsung dibaca di artikel Kisah-Eramuslim link berikut yah :-)

"Semoga menjadi iktibar buat kita semua, Allah ta’ala mengingatkan kita, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa (kepadaNya) dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."(QS. Ali-‘Imran [3] : 102)

Mohon turut dido’akan, semoga kita selalu berbalut hidayah Islam, dalam perlindungan dan cinta-Nya. Wallahu’alam bisshowab.

Barokalloh... salam ukhuwah dari Krakow...

Tuesday, October 11, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (5) : Muslim, Bersih Raga dan Jiwa




Diawali dengan rasa jijik, ternyata membuahkan sinar hidayah-Nya di hati Habibah. Sister ini sangat jijik dengan ‘tradisi’ keseharian teman-temannya, misalkan orang-orang sekelilingnya makan sambil jalan (tangan kiri pula! Atau sambil menyuapi anjing pula!), menyapa dengan siapa pun saling cium pipi meski bukan mahram, bergonta-ganti pasangan tanpa resmi menikah, dll.

Sejak kecil, Habibah sangat memperhatikan kebersihan. Ia lebih nyaman menggunakan tangan kanan kalau makan, dan tangan kiri untuk keperluan di kamar mandi. Sister Habibah mengenal Islam ketika berhasil membaca berbagai informasi rukun islam dan tentang kehidupan muslim di internet, Krakow memang amat minim orang muslim, sebab kota ini dulu tidak ‘tersentuh’ kekhalifahan Utsmani sebagaimana kota lain di Eropa yang banyak dihuni muslim Turki, atau bangsa Arab.

Sungguh Maha Hebat, Duhai Allah… siapa pun yang dikehendaki-Nya untuk memperoleh cahaya Islam, maka pastilah ada jalan petunjuk itu, datang dengan berbagai cara. Sister Habibah merasakan cahaya Islam datang langsung melalui bisikan hati, ia ‘menemukan info’ tentang keislaman dengan mencari tahu sendiri. Salah satu kalimat yang paling menyindir hatinya adalah sebuah pertanyaan di forum anak muda luar negeri, “Kenapa muslim dilarang berkencan?” dan ada pertanyaan lain, “Kenapa muslim tidak boleh berciuman?”. Ketika itu nuraninya sangat penasaran, “oooh, muslim itu agama apa yah? Kenapa muslim tidak boleh berkencan yah? Trus, bagaimana cara berkenalan dalam aturan muslim yah?...”, dan lain sebagainya, pertanyaan-pertanyaan beruntun jadi berlanjut memenuhi pikirannya. Ia sangat tertarik membaca jawaban muslim dalam hal itu, bahwa ‘hubungan yang halal adalah pernikahan’, tak ada istilah kencan atau sejenisnya, membuat ia terkejut tatkala mengetahui bahwa urusan “jabat tangan ataupun cium pipi dengan nonmahram ternyata haram”. Ia jadi makin sering membaca literatur islam.

Pencarian dengan motivasi nurani sendiri tanpa teman muslim di areanya memang sudah digariskan-Nya sebagai jalan bagi Habibah dalam memperoleh ilmu dan hidayah-Nya. Padahal waktu itu Habibah masih remaja, ia tidak pernah memakai gaun-gaun ‘trendy alias sejenis kaos bertali tanpa lengan’, ia jijik memakai pakaian yang terbuka-buka demikian, lalu di tingkat satu selevel SMA, ia pergi ke kota lain yang memiliki Islamic-Centre. Ia katakan kepada muslim yang ada disana, “Saksikanlah Saya adalah muslimah, Saya sudah tau rukun-rukun islam, dan dengarkanlah sekarang saya sudah lancar melafadzkan syahadat…”, semuanya terharu. Bahkan Habibah menyiapkan syal dan ia lilitkan pada kepalanya, syal panjang itu menutupi auratnya terjulur rapi dibawah dada. Subhanalloh…

Bagi Habibah, ia rasakan sebenarnya sejak lahir ia adalah muslimah, namun orang tua-lah yang mengajarkan tentang agama selain Islam tersebut. Berkali-kali ia utarakan, bersyukurlah bagi kalian yang nenek moyang, orang tua, dan saudara-saudari kandung telah memeluk islam sejak lama. Sementara dirinya yang amat menyayangi keluarga, merasa masih bersedih hati karena keluarga kandungnya bukan muslim. Adiknya yang menginjak usia remaja bahkan jauh ‘terbang’ hidup bebas terbawa arus pergaulan remaja masa kini.

Allah SWT berfirman, yang bermakna, “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (QS.Ali-‘Imran[3]:83). Sister Habibah amat kagum tatkala mengetahui bahwa kitab suci Al-Qur’an tak pernah berubah atau dirombak-rombak isinya, sebagaimana kondisi bible. Serta yang bersujud dan memuji nama Allah ta’ala bukan hanya manusia, melainkan juga makhluk lain ciptaan-Nya, hewan-hewan, tumbuhan, seluruh isi jagat raya ini bertasbih, mengagungkan Allah ta’ala, Sang Maha Pencipta, Maha Kuasa.

Ia pun merasa wajar jika ‘cap eksklusif’ sering dilabelkan kepada umat Islam, sebab muslim dan muslimah senantiasa menjaga kebersihan, bersih jiwa dan raga. Kita dididik untuk menjaga kehalalan rezeki, makan makanan halal dan baik, minum air bersih, susu segar dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Aturan Islam sangat komplet, kita berdo’a sejak bangun tidur hingga akan tidur kembali. Kita diajarkan bersuci dengan mengikuti sunnah rasul-Nya, ada tata cara mandi junub, berwudhu, tata cara bergaul, adab-adab berteman, tidak berbaur antara wanita dan pria, dan lain sebagainya. Selanjutnya, jika banyak terjadi penyimpangan sikap dan prilaku muslim, melanggar rambu-rambu-Nya, maka yang salah bukanlah agama atau aturan Islam-nya, melainkan tergantung pada pribadi-pribadi muslim yang menjalani. Meskipun bertebaran muslim di berbagai sudut bumi, belum tentu merupakan mukmin, kalau disaring ‘jumlah insan yang berkualitas taqwa’, tentu lebih sedikit dari keseluruhan umat Islam. Dimana pun jua, orang non-muslim bertebaran memamerkan aurat, menjual makanan non-halal serta meneguk minuman beralkohol, dan godaan lainnya.

Habibah yang belia menggunakan hijabnya di sekolah, ternyata teman-teman wanitanya banyak yang tertarik dan bertanya tentang agama Islam. Beberapa adik kelasnya yang berprestasi pun akhirnya mengikuti jejak hidayah itu, subhanalloh, perlahan akhirnya Saya jadi mengenali sister lainnya satu-persatu, ternyata banyak muallaf di Krakow! Saya kagum pada perjalanan ‘pencarian Tuhan’ bagi mereka, sisters dan brothers yang masuk Islam ini biasanya sangat cerdas dan berprestasi, bahkan ada sejenis sebutan di dunia psikologis yang menggambarkan ‘sedikit gila’ bagi kaum cerdas yang memiliki perubahan emosi sangat cepat seperti mereka. Mereka biasanya akan terlihat lebih dewasa saat bicara, terbukti dengan kemantapan hati tatkala berislam.

Baca lanjutan pesan sister Habibah di Kisah-Eramuslim, link berikut ini saja yah :-)

#Sarapan minum susu jadi makin segar, Didoain dari jauh jadi makin tegar#


Salam Ukhuwah dari Krakow, Barokalloh always.... (^-^)

Wednesday, October 5, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (4) : Saya Yakin Bahwa Tuhan Pasti Ada

Kali ini resapilah suasana nurani seorang Fateema, nama hijrah dari saudari kita, Kinga. Ia pun amat bahagia kala menikmati suasana berbuka puasa bersama, Ramadhan 1432 Hijriyah ini. Tanpa segan dan dengan humoris, ia sering bilang, “Izinkan saya jadi Cleaner, nih… Saya mau menyikat kamar mandi (kamar mandi masjid Krakow masih rusak dan sangat kotor, belum direnovasi), saya mau membersihkan WC dan mengepel lantai masjid kita. Asyiknya bersih-bersih, hehehe…” tadinya dia mengirimkan SMS kepadaku berisikan kalimat itu. Tak tampak lelah dan letih, ia begitu bersemangat menyambut Rabu dan Sabtu sore, hari dimana kami berbuka puasa bersama. Sayangnya dua kali pertemuan kami absen berkumpul, sebab tiba-tiba ada kesalahan potong kabel listrik oleh brother yang sedang membantu renovasi masjid, sehingga keadaan ruang masjid amat gelap dan makin lembab, tidak memungkinkan berkumpul bagi sisters Muslimah.

Terlahir dan dibesarkan oleh orang tua yang Atheis (golongan yang tidak mengakui adanya Tuhan), Fateema tentu memiliki hati yang memberontak, “Mana mungkin tidak ada Tuhan?! Siapa pencipta alam? Siapa pencipta diri kita? Siapa yang mengatur bumi dan seisinya? Siapa yang memberikan kehidupan dan sekaligus mengatur kematian? Dan lain-lain, sebegitu banyak pertanyaan berkecamuk dalam dada ini, rasa marah, kesal karena penasaran membuat saya sering emosional dalam keseharian…” tutur Fateema.


Usianya masih sepuluh tahun lebih muda dariku. Melihat gaya bicara dan ghirahnya bagaikan bercermin pada diri ini, sepuluh tahun lalu ada kesamaan prihal ‘gebrakan hati’, saya bertekad untuk menikah di usia muda. Lalu Allah memberikan jalan terbaik-Nya, dan tercapailah perjumpaan dengan imamku, meskipun banyak kegetiran dan kekhawatiran orang tua pada ‘gebrakan anak muda’ seperti yang kami lalui. Pernikahan kami semakin solid seiring bertambahnya ilmu dan keimanan pada Allah ta’ala, Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Sedangkan ‘gebrakan hati’ seorang Fateema, ia bertekad untuk menemukan jalan Tuhan, pasti Tuhan itu ada, pasti Dia yang mengatur seisi alam ini. Getaran hidayah, begitulah kondisi dalam jiwa tulus yang mendambakan cinta sejati-Nya.


Dari kota tempat tinggalnya, bila perjalanan menggunakan mini-bus ke Krakow, memakan waktu 40 menit. Fateema berkenalan dengan sister Aysha dalam forum tanya jawab Islam baru dua bulan lalu, kemudian ia berkenalan dengan mahasiswa Muslim lain yang ada di Krakow. Tak ada kalimat yang bisa menggambarkan situasi hatinya ketika ia memantapkan syahadat nan bermakna, “Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah…” sister Fateema melafadzkan kalimat itu di kala ‘group ekskul sekolahnya’ mengadakan liburan ke Mesir. Maka tatkala ia telah menjadi Muslimah, ‘searching’ teman Muslimah lain merupakan hobi barunya.

“Saya sangat tahu keadaan keluargaku ini, sister… mereka doyan mabuk-mabukan. Kalau saudaraku tahu bahwa aku sudah menjadi Muslimah, ia bisa saja membunuhku! Kalaulah Papaku tahu pula, ia bisa membunuhku untuk kedua kalinya! Bayangkan saja ketika aku memulai ngobrol, ‘Papa, saya tertarik pada sebuah agama, namanya Islam,’ Papa malah langsung ngamuk dan tanpa ba-bi-bu ia berkata, ‘What’s?! Hentikan ketertarikanmu! Itu adalah agama teroris! Saya bunuh kamu kalau jadi Muslim, karena berarti kamu juga teroris!’ maka saya yakin bahwa saat ini bukanlah momen yang tepat untuk memberitahukan mereka mengenai kemuslimahan saya…” Subhanalloh… sister kita ini mengalami cobaan dahsyat dalam keluarga, benarlah kalimat yang sering kita dengar, bahwa saudara kandung bisa saja menjadi musuh dan terputus hubungan jika berbeda keyakinan. Sedangkan ikatan persaudaraan dalam keimanan pada-Nya, yaitu tali Ukhuwah Islamiyah merupakan ikatan kencang yang diridhoi-Nya, bahkan kita bisa saling mendo’akan dengan atau tanpa menyebut nama-nama kita, Allah ta’ala menjaga ketulusan ikatan suci ukhuwah ini dan kekuatan do’a kita sangat dahsyat. Sungguh indah wasiat rasul-Nya, Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintaidirinya sendiri.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Tahun ini adalah tahun keduanya di ‘high-school’ (setingkat SMU kalau di Indonesia), ia masih remaja. Masa ‘back-street’ berpuasa Ramadhan ini pun ia jalani, ia tidak mau orang tuanya curiga, terutama mama yang sangat perhatian pada anak-anaknya. Mama berkata, “Jangan lupa makan yah… makan siangmu tinggal dipanaskan saja di dapur…” maka sebelum Mama pulang bekerja, Fateema sudah ‘menyembunyikan’ makanan itu buat berbuka puasa nanti. Sholatnya pun masih sembunyi-sembunyi, kadang-kadang ia sholat tatkala orang tua pergi bekerja, kadang ketika ia jalan-jalan di mal ‘menumpang masuk ke ruang cuci tangan’ atau menumpang sholat di rumah temannya. Tapi karena orang tua dan keluarganya tidak ‘melek’ Internet, Fateema amat berani menyapa teman-teman Muslim secara online, ia pun sering berbagi cerita kepada teman lain yang ‘masih ragu’ dalam forum tanya jawab dan diskusi keislaman tersebut. Ia tegas meyakini, “Ragu-ragu (untuk berbuat baik) itu berasal dari setan, lho…”


Fateema sangat tertarik dengan kaligrafi, selain urusan masak-memasak. Kaligrafi bikinannya, bagus kan ? :-)


Lanjutan Kisah sister kita ini, langsung dibaca di TKP- Kisah Eramuslim link berikut, :-)


Tetap saling do'a, semoga makin optimis pada-Nya, barokalloh.... (^-^)

Monday, September 12, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (3) : I Want to be a Muslimah Today!


pic : suasana ifthar sekaligus 'ajang curhat' :-)




Alhamdulillah...

Pengalaman sister Ummu Sofia pun amat berkesan. Ia tinggal di kota yang berjarak empat jam dari tempat kami. Bersuamikan seorang Muslim menyebabkan ia memasuki agama Islam pula. Namun hatinya berdegup kencang ketika ada seseorang wanita Poland (yang ‘namanya’ lumayan populer sebagai salah seorang yang biasa muncul di dunia hiburan televisi lokal) menemuinya tanpa disangka-sangka.

Agnieszka, sebut saja demikian, berlari menerobos gerimis salju nan dingin, kemudian dengan yakinnya bilang, “I want to be a Muslimah today… Saya menyesal telah menunda-nunda, beberapa jam lalu ada pizza with pork yang saya pesan di restoran, mudah-mudahan itu memang terakhir kalinya menu babi masuk ke perutku.” Ummu Sofia merinding mendengar kalimat itu. Perempuan yang berusia sekitar empat puluhan tahun di hadapannya mengetahui keluarga Ummu Sofia dari info Islamic-centre. Wanita itu baru beberapa tahun menjadi single-parent, sejak berpisah dengan Sang Suami yang pemabuk berat dan pengangguran. Peristiwa perpisahan itu justru tatkala Agnieszka telah mengetahui tentang agama Islam, ia baca-baca kitab suci Al-Qur’an (tafsir/terjemahan), salah satu hal yang ia yakini adalah: tidak mungkin Tuhan membiarkannya tersiksa bersuamikan seorang tak bertanggung-jawab, pemabuk, dan hanya berkata bahwa pernikahannya adalah abadi sampai mati serta semua dosa sudah ada yang menanggungnya! Agnieszka merasa bersalah ketika anak-anaknya harus menghadapi situasi teramat sulit, orang tua bertengkar setiap saat, tamparan Suaminya sepanjang waktu, dan utang melilit gara-gara membeli bir melulu.
Suasana ifthar jama’i yang akhirnya menjadi ajang mencurahkan isi hati pula

“Dear Agnieszka, saya kan juga baru jadi pemeluk agama Islam. Saya tak mengerti bagaimana cara membimbingmu bersyahadat, tunggulah sampai Suamiku pulang kerja… Saya telpon dia sekarang,” ucap Ummu Sofia kala itu.

Butir-butir keringat malah membanjiri tubuh dan muka Agnieszka, ‘lucu dan aneh’, padahal cuaca dingin sekali pada saat itu. Agnieszka bilang, “Kalau beberapa jam lagi saya mati, tapi belum masuk Islam, alangkah ruginya saya. Saya harap Suamimu segera datang, saya tidak tahan lagi, saya harus menjadi Muslimah sekarang juga!” bagaikan orang yang sedang berada di ruang ICU sebuah rumah sakit, Agnieszka yang tampak risau berkomat-kamit, mengulang-ulang kalimat tersebut. Seorang brother cepat mengingatkan Abu Sofia agar segera pulang ke rumah, seorang Agnieszka tentu berada di ujung kebingungan sekaligus puncak kerinduan saat telah memasuki cahaya hidayah-Nya, tidak boleh ditunda-tunda lagi jika melakukan perbuatan baik menuju keamanan diri di dunia dan akhirat.


Artikel lengkapnya baca di Eramuslim-Kisah, link berikut :-)

Terima kasih atas iringan do’a, salam ukhuwah dari Krakow. Wallahu’alam bisshowab.