Sunday, September 22, 2013

Keutamaan Silaturrahim

Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...



Foto : Silaturrahim dengan keluarga kakek dan paman di Makkah al-Mukarromah




Rasulullah sallallahu alayhi wasallam ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga."


Rasulullah menjawab, “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahim,” (HR. Bukhari). Dan yang terakhir, Rasulullah sallallahu alayhi wasallam pernah berkata pada sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a bahwa tiga perkara berikut ini benar adanya.

Pertama, barangsiapa yang dizalimi kemudian ia memaafkan, maka kemuliannya akan bertambah.

Kedua, barang siapa yang meminta-minta untuk meningkatkan hartanya, maka hartanya akan berkurang.

Ketiga, barangsiapa yang membuka pintu pemberian dan silaturahim, maka hartanya kan bertambah.

Al-Qurthubi mengatakan, “Seluruh agama sepakat bahwa menyambung silaturrahim wajib dan memutuskannya diharamkan."

Ibnu Abidin al-Hanafi mengatakan, "Menyambung silaturrahim wajib meskipun hanya dengan mengucapkan salam, memberi hadiah, memberi pertolongan, duduk bareng, ngobrol, bersikap ramah dan berbuat baik.

Kalau seseorang yang hendak disilaturrahim berada di lain tempat cukup dengan berkirim surat, namun lebih afdol kalau ia bisa berkunjung ke tempat tinggalnya”. 


Silaturrahim (mempererat hubungan persaudaraan) merupakan salah satu contoh akhlq mulia. Orang-orang yang gemar menyambung silaturrahim akan mendapat balasan di dunia berupa:

1. Memperoleh rahmat& ridho Allah SWT.

2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sikap teladan Rasulullah sallallahu alayhi wasallam, “Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”

Kebahagiaan sejati adalah membahagiakan saudara kita.

3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat-Nya juga sangat senang bersilaturrahim.

4. Disenangi oleh manusia.

5. Membuat iblis dan setan murka.

6. Memanjangkan (keberkahan) usia.

7. Menambah banyak dan berlimpah keberkahan rezeki dariNya.

8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.

9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.

10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturrahim) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya. Insya Allah...

Dengan silaturrahim yang menjadi program pribadi & keluarga, terencana dengan baik adalah bagian kunci suksesnya ukhuwah Islamiyah kita ini. Wallahu a'lam...


Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tetap saling do'a yah^^


Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam :-)

Friday, September 20, 2013

Sekilas Kabar Musim Panas di Krakow


Assalamu'alaykuumwrwb...

Sobat-sobat di Krakow mengirimi pesan, singkat namun sangat berarti, membuat hati berbunga tentunya. :-)

Terutama adalah ketika sisters (yang muallaf) telah mampu mengenali huruf demi huuf kala membaca al-Quran, subhanalloh, senangnya qolbu mendengar kabar mereka ^_^.

Ramadhan 1434 hijriyyah di Krakow sangat berkesan bagi sister Anetta, dan yang lainnya, sebab meskipun kaum muslimin tidak berjumlah banyak, mereka tetap dapat menikmati suasana berbuka bersama di akhr minggu.

Bahkan saat hari raya eidul fitri, mereka berbahagia dengan membuat program acara keluarga, makan bersama di senja hari raya. :-)

*nanti nambahi ceritanya, belum bisa upload foto rupanya dari hp ini...:-)* ;-) selamat beraktivitas, Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Busy Days! (^_^)

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Wednesday, September 18, 2013

Keistimewaan Penghafal al-Quran


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...





*Bagi penghafal al-Quran (Hamlatul Quran), atau secara umum masyarakat lebih mengenali dengan gelaran “al-Hafizh", akan memperoleh 2 ganjaran kebaikan, ini merupakan kelebihan atau keistimewaan para penghafal al-Quran, yaitu :

1.Ganjaran di dunia.

2.Ganjaran di akhirat.



"Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!" (The Holy Qur'an 2:201)


Ganjaran di Dunia

Selain ganjaran-ganjaran di akhirat yang dijanjikan dalam Hadis Nabi S.A.W terhadap golongan Hamlatul Quran, terdapat juga ganjaran di dunia yang diberikan terhadap mereka.

(Riwayat Ibnu Majah) Penghafal al-Quran juga diangkat sebagai pemimpin.



“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (Riwayat Muslim)

Penghafal al-Quran mendapat certificate (pengesahan) dari Nabi mulia S.A.W.

“Adalah nabi Shallallohu 'alayhi wasallam mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal al-Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (Riwayat Bukhari)

Al-Quran menjanjikan kebaikan. “Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ganjaran di Akhirat

Ibu bapak dari para penghafal al-Quran mendapat kemuliaan. Sesiapa membaca Al Quran dan beramal dengan apa yang terkandung di dalamnya maka kedua-dua ibu bapaknya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinaran mahkota itu akan melebihi terang benderang daripada cahaya matahari, sungguhpun matahari itu berada di dalam rumah-rumah kamu di dunia ini. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud)

Masya Allah, girangnya para ibu bapak yang memahami dahsyatnya hafalan Quran.

Penghafal al-Quran akan mendapat syafaat (penolong),

Dari Abi Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu al- Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat kepada para pembacanya (penghafalnya).”(Hadits Riwayat Muslim)

subhanalloh, masya Allah! Penghafal al-Quran mendapat bonus berlipat ganda. "Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Quran) maka baginya (pembaca) dengannya (al-Quran) pahala dan pahala digandakan sepuluh sebagaimananya. Aku tidak kata bahwa “alif laam mim” itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim itu satu huruf." (Hadits Riwayat Tarmizi)

Oleh karena itu tidak heran jika para orang tua mengimpikan anak-anaknya menjadi penghafal al-Quran. Yang patut diherankan adalah jika orang tua masih malas mengajarkan quran kepada anak-anaknya, bahkan mendukung anaknya mengikuti konser-konser musik dan terjerumus dalam penyakit cinta dunia, naudzubillahi minzaliik...

Marilah kita berdoa agar dalam keluarga kita mempunyai sekurang-kurangnya satu hafizh/hafizhah, dan menyemangati anggota keluarga lainnya agar mencintai quran, mempelajari & meresapi makna ayat-ayatNya supaya selamat dalam mencapai tujuan di kampung akhirat nanti, aamiin...

wallahu a’lam…

Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat, dan mengoptimalkan ikhtiar dalam setiap aktivitas kebaikan... Aaamiiin....

Salam Ukhuwah... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah... ^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Catatan : *Disampaikan dalam tausiyah singkat sisters Krakow, 2012. Serta "Sharing" motivasi dengan sobat hafizhah quran di Kuwait.