Showing posts with label Artikel di media. Show all posts
Showing posts with label Artikel di media. Show all posts

Saturday, August 3, 2013

Sisters Membangun Dapur Umat di Masjid Krakow


Ifthor Ramadhan 1434h in Krakow

Pics : Our Strong Sisters ~Happy Working ;-)

Alhamdulillah… Menerima email cinta dari sohib ternyata mengingatkanku tentang rindu. Biasanya ketika berada di Poland, ada rasa kangen teramat sangat dengan keluarga yang berada di tanah air. Namun tatkala telah menyadari kepindahan dari Krakow-Old Town (yang sekarang sudah kami tinggalkan selama hampir enam bulan ini), ternyata mulai hadir kerinduan pula kepada sohib-sohib disana. Mereka saudara-saudari kita, mereka yang bersemangat belajar Islam. Begitulah qolbu, eratnya ukhuwah berbuah rindu. Semoga rasa ini menghadirkan keberkahanNya selalu, aamiin…

Berdirinya Islamic Centre Krakow tak lepas dari inisiatif dan inspirasi wanita muslimah. Seperti yang kita ketahui, kaum pria biasanya sibuk dan fokus dalam tugas penting karirnya, baik yang bekerja di perusahaan, maupun yang menjadi ilmuwan dan dosen (di Krakow). Hampir tidak ada waktu untuk memiliki jadwal pertemuan dan konsentrasi membahas masalah ummat, kehadiran ruang Islamic Centre tadinya semata-mata karena mereka mengutamakan kewajiban sholat jum’at.

Seiring berjalannya waktu dan munculnya kesadaran untuk berkegiatan yang lebih banyak, meningkatkan aktivitas kebaikan, maka ruang Islamic Centre tentu kami manfaatkan seoptimal mungkin. Termasuk pada saat Ramadhan tiga tahun berturut-turut ini, pagi hingga malam selalu ada brothers atau sisters yang mengunjungi masjid. Setiap malam-malam ramadhan, brothers melaksanakan qiyamullail. Silih berganti hadir tamu-tamu musafir (antara lain brothers dari India, sisters yang asal Turkey, brother dan sister dari Middle East, dll). Mereka tentu bahagia dapat mengunjungi masjid Krakow. Kegiatan sederhana yang jauh dari bermegah-megahan adalah ciri khas kami disini.

Ketika saya sudah berada di Kuwait, sister Anetta secara khusus mengatur waktu cutinya untuk melaksanakan kelanjutan projek dapur ummat. Subhanallah, beliau ini adalah muslimah yang kuat dan tegar. Karena di masa remajanya berada dalam naungan kekuasaan komunis, pernah saya ceritakan dalam artikel berbeda. Bahwa teman- teman di Krakow, waktu kanak-kanak dan remaja, selalu diajarkan “serba bisa”. Para lelaki harus ahli menjahit baju, menyetrika, membuat pakaian musim dingin, dsb. Para wanita pun harus bisa membangun rumah, memotong kayu, mengecat, memperbaiki mesin mobil, dan hal lainnya.

Saya pernah menulis tentang pesan bapak dan guru-guru saya, “Wanita cantik : karena wajah dan penampilan (nafsu yg berkata), karena kecerdasan berpikir (akal yg berucap), karena kepribadian/ akhlak yg terpuji (hati yg bicara). Dan percayalah pada penilaian hati & akal. Itu pesan buat para lelaki dalam menentukan pilihannya.” Dengan ragam keahlian dan semangat dalam menolong saudara, sister Anetta merupakan wanita cantik yang mampu memaksimalkan potensi dalam berkarya.

Begitulah sister kita yang satu ini, mohon do’a sahabat semua, semoga ia berada dalam perlindunganNya selalu, istiqomah dalam rambu islam, serta senantiasa bahagia di dunia & akhirat, aamiin. Tak hanya menolongku saat ‘packing pindahan’, ia jua gesit mengantarkan keperluan masjid. Keuletan dan piawai jemarinya pun menghadirkan perombakan ruang kosong bagian belakang di Islamic Centre Krakow, membangun dapur ummat, Masya Allah!



Sewaktu awal ramadhan 1434 hijriyyah ini, ruang dapur itu pun telah rapi. Sehingga semua brothers dan sisters dapat memaksimalkan manfaat Islamic Centre, tak hanya menyimpan stok daging halal lebih banyak, memasak untuk berbuka puasa dan mengahangatkan menu sahur pun dapat dilakukan di sini, Insya Allah… Berkunjunglah ke Islamic Centre Krakow jika kalian berkesempatan traveling ke Poland.


Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a, semoga kian bersemangat dalam aktivitas Ramadhan yah...^^ :-), kita juga bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Thursday, July 11, 2013

Diaspora Indonesia Pecinta Qur’an di Kuwait




Sebelum berada di negara baru yang akan disinggahi, kami selalu berkomunikasi dengan para diaspora Indonesia yang telah lebih dahulu berada disana. Tentu kaum diaspora (perantau) Indonesia selalu ingin saling menebar manfaat dan memperluas jaringan persahabatan. Apabila lokasi sebuah negeri ternyata tak kita dapati info tentang WNI (Warga Negara Indonesia), maka berusahalah menghubungi pihak kedutaan RI di area terdekat dengan wilayah tersebut.

Beberapa bulan sebelum pindah ke Kuwait pun, saya berkenalan dengan beberapa blogger dan wartawan Indonesia (baik yang masih bertugas di Kuwait, maupun yang sudah kembali ke tanah air atau bertugas ke tempat lainnya). Alhamdulillah melalui banyak tautan di kolom komentar sebuah blog, berlanjutlah pertemanan ke sobat WNI lainnya. Kemudian saya mengenal sebuah blog buletin islami ‘projek akhirat’ muslimah (WNI) di Kuwait yaitu Al-Husna.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, materi dan tausiyah dalam lembaran Al Husna ternyata relevan dengan keseriusan sisters Muallaf Krakow dalam mempelajari Al Islam. Ustadzah Latifah Munawarah, MA (Kandidat Doctor di Universitas Kuwait dan merupakan pembina banyak majelis taklim se-Kuwait) dan sisters atau ummahat lainnya pun sangat ramah dan segera membalas email-email kiriman kami, di tengah kesibukan mereka. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza, dear…

... baca lanjutannya yang lumayan panjang disini saja : link islampos :-) Bahagianya dalam ber'fastabiqul khoirot', subhanalloh, obat jiwa raga adalah tadabur qur'an serta kencangnya ukhuwah, berulang kali kita pasti merindukan suasana ini, insya Allah...

Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, selamat berjuang sahabat-sahabat! Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah^^ ... Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, June 24, 2013

Runtuhkan Keluh




Bismillah walhamdulillah…

Suatu hari seorang teman berbagi cerita bahwa hari itu ia amat lelah, “Dua kali lipat capek, remuk badan rasanya…hati pun menjadi panas…” Ujarnya. Aku mengerti perasaannya, sebab ia bilang bahwa teman di sampingnya dalam perjalanan itu adalah sosok yang tak henti mengeluh. Aku pun pernah mengalami hal itu. Kita harus memperbanyak istighfar agar tidak ketularan imbas keluh kesah tersebut. Meskipun sering kali kita menahan diri dengan berusaha tenang untuk menjadi pendengar yang baik, namun jauh lebih sering keluh kesah itu tak punya tujuan jelas, sehingga kalimat yang sama berulang-ulang mampir di telinga seolah lebih buruk dari pada kaset rusak.

... artikel lanjutannya silakan teman-teman baca di IslamPos-link ini :-)

Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka “ (QS. Ar Ra’d: 11). Masih panjang jalan terbentang, teramat luas dan banyak pintu-pintu rezeki (halal) curahanNya. Masih banyak potensi dan kreasi diri yang harus kita optimalkan, jangan sampai dikaburkan atau terkubur gara-gara keluh. Kalimat keluhan dapat menumpulkan ide dan semangat.

Berbagi rasa dan dekapan bahu dengan saudara tentu menentramkan jiwa, namun harus waspada, bukan tidak mungkin terbitlah kalimat-kalimat keluh, padahal bisa jadi orang di hadapan kita sedang mengalami keterpurukan dan peristiwa yang lebih dahsyat dari pada kita yang berkeluh. Lebih baik diam berhias istighfar sehingga hati menjadi tentram. Jika kita tidak dapat mengurangi beban saudara, minimal hindari banyak mengeluh karena akan menambah beban baginya.

Apalagi tatkala mengingat kondisi saudara-saudari kita di Suriah, Gaza dan area konflik lainnya saat ini. Marilah kita bercermin diri, tak pantas mengeluh tentang makanan ‘pilih-pilih sesuai mood-lidah’, sedangkan mereka disana belum tentu bisa makan. Tak pantas kita sibuk menginginkan sepatu dan baju baru ‘hanya’ gara-gara mengikuti trend fashion updated. Sedangkan di sana, mereka hanya punya satu baju nan melekat di badan. Bahkan kaki atau tangan telah diamputasi sebagai bukti perjuangan. Faghfirlana… Ampuni kami ya Allah.

Allahummansur Islam wal Muslimin, Allahumma A’izzatal Islam wal Muslimin wa Adzillassyirka wal Musyrikin…aamiin Semoga keluh telah runtuh dari jiwa-jiwa suci yang telah siap menanti ramadhan ini… Hadirkan lisan jelita dengan menularkan kalimat hikmah berisi solusi. Semoga Allah melimpahkan kemudahan bagi kita semua dalam mengoptimalkan aktivitas kebaikan, aamiin…Wallohu’alam bisshowab.



Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykum Wrwb... :-)

Wednesday, June 12, 2013

Mufti Menk in Kuwait (Info)




Assalamu'alaykumwr...

Frwd from email dan my bbm ;-)

Islamic Center of Kuwait (ICK) always strives to provide programs for the benefit of English speaking Muslim community in Kuwait in order to remain steadfast in our Deen and to be successful in this world and in the hereafter.

We are enclosing a flyer of a joint program by ICK with FIMA and IMWA under the patronage of Ministry of Awqaf & Islamic Affairs & Grand Mosque Administration. The main program will be held on 13 June 2013 in International Islamic Charitable Organization Hall (IICO), South Surra (near Civil ID office) immediately after Maghreb prayers. The map of IICO is given in the flyer.

As you know, Mufti Ismail is a powerful and renowned international speaker, Mufti of Zimbabwe and has a large following in the Muslim world, especially among English speaking Muslims.

He will also deliver Friday khutbah on 14 June 2013 in Masjid Al-Othman, Kuwait City. We will also have a lecture in Masjid Al-Othman by Mufti Ismail Menk between Maghreb and Eisha on Friday, 14 June 2014.

Jazak Allah Khair!

(ICK Management)

Walhamdulillah, hope we can come and get more knowledge from his tausiyah... Salam Ukhuwah from Kuwait, ^-^

(twitter : @bidadari_azzam)

Barokalloh, :-) Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Tuesday, May 28, 2013

Kabar Krakow :-)

FAREWELL MOMENT :-) sisters in Krakow

Fathin & Zuhud

Sisters Krakow



Salmiya, tepat di hari jum’at berkah… Rasanya lelah itu telah terbasuh tanpa sisa, langkah kaki penat dengan perjalanan 12 jam dari Jakarta-KL-Kuwait memboyong tiga jundi nan super aktif ini tidak sesulit yang dibayangkan orang-orang. Bola mata iba dan penuh duga tak sebanding dengan jutaan pandangan kagum dan pesona, oh Allah!

Kepindahan dari tanah eropa ke negeri teluk bukanlah hal mudah, pengeluaran dana buat terjemahan dokumen-dokumen dalam bahasa Arab, serta legalisasinya ditambah banyaknya pungli di tanah air—amat menempa kesabaran hati. Pemeriksaan kesehatan juga berurusan dengan klinik-klinik khusus (yang bercampur dengan lembaga-lembaga travel umroh serta PJTKI). Sehingga berbeda jika kita berada di luar Indonesia (seperti saat di Poland), kita bisa memanfaatkan asuransi kesehatan untuk pemeriksaan tersebut. Kerumitan dan prosedur bertele-tele itu saya share di blog pribadi.

Selalu ada kemudahan, Fa inna ma’al ‘usri yusra Inna ma’al ‘usri yusra, tiap urusan yang sulit, kenyataannya bisa diselesaikan dengan lancar, berkat kuasa Allah. Sisters di Krakow turut sedih mendengar kabarku dan anak-anak yang masih terpisah dengan abu Azzam. “Kalau tau ribetnya prosedur visa disana, kenapa tidak menunggu di Krakow sehingga anak-anak tetap menyelesaikan sekolahnya, sist?” Tanya seorang sister via email. Masuk ke tanah Poland 2009 lalu, kami bisa datang langsung sekeluarga, tanpa perlu check up di tanah air. Bahkan sehari datang ke Poland, kami langsung bisa mengatur jadwal pemeriksaan kesehatan, urusan bank dan proses resident-card (seperti KTP kalau di Indonesia).


“Karena anak-anak sudah kangen sama grandparents, sist… apalagi sedang libur musim dingin. Dan ternyata musim dingin kali ini sama seperti tiga tahun lalu, hingga awal april Krakow masih berselimut salju, riskan jika saya mengurusi prosedur visa dari Krakow ke Warszawa di musim salju, membawa tiga jundi yang super aktif pula, hehehehe…” Membayangkan keluar kota dengan balutan mantel tebal bersama tiga jundi yang kangen pada bapaknya, sehingga pola tingkah mereka tak dapat diprediksi lagi membuat saudariku tersenyum-senyum sambil menggelengkan kepala sendiri, kali ini ia bercakap via skype. “Masya Allah, I see sister… how strong mommy! I’m sorry that I can’t help you, but you know, I miss you and your boys so much! All of us in Krakow miss your family….” lanjutnya.

Tanda pelukan dari jauh kusematkan, “Oh, sister… you’ve already help me. Give duas, always… Keep duas for my family, it means a lot, dear…” Betapa besar kekuatan do’a. Bahkan di luar logika. Kami lanjutkan percakapan, ada sister Fathin yang berasal dari Malaysia, dia aktif dalam kerja dakwah di sela praktek dan kegiatan perkuliahannya sebagai calon dokter.

Fathin mengatakan bahwa kegiatan belajar membaca al-Qur’an berjalan lancar, Alhamdulillah. Apalagi ada sister Anetta Aisha yang sangat proaktif, setiap jum’at cuti dari kantor demi bertemu saudari lainnya di masjid. Mereka sisters yang gigih dan menampakkan kecintaan terhadap islam. Sister Anetta Aisha adalah sister yang mengantarkan kami sekeluarga ke bandara di awal pagi pada hari terakhir di Krakow. Ia berkata, “Actually honey, I feel so lonely… after that, I feel very happy because I have you and your family here in Krakow. But I will be happy if you are happy. Go with your smile, dear! I know, our destination is same…. Take care…. Please take care the children well, kochane…” banjir mata kami, basah pipi kami, dan orang-orang di bandara sibuk memotret adegan dramatis itu.

Sambungannya baca di link Islam Pos ini saja yah ^-^

Salam Ukhuwah, keep optimis! :-)

Barokalloh selalu (^-^)

Tuesday, December 11, 2012

Dia Yang Maha Dibutuhkan



Dalam Friday-nasiha, seorang saudaraku mengingatkan tentang diri kita yang sangat membutuhkan Allah. Manusia yang merupakan makhluk ciptaan-Nya, yang kemudian Dialah Sang Pemelihara dan Maha Pemberi Kurnia, yang setiap saat hanya Allah yang mengetahui akan peristiwa yang akan kita lalui, bahaya atau menyeramkan, sehat, sakit, senang ataupun duka.

“Ya Tuhan kami, Yang Maha Memberi apa yang telah Engkau janjikan kepada hamba-hamba-Mu, Ampunilah kami ketika sadar ataupun tak sadar ternyata mencari sosok lain sebagai penolong hidup kami, yang kami pernah lalai mengutamakan hal lain padahal pertolongan-MU selalu dekat…”, brother kita mengingatkan.

Coba kita mengingat-ingat, pernahkah kita melakukan hal seperti Mukhlis—seorang manusia biasa, (bahkan mungkin sering) tatkala kita membaca ayat-ayat dalam Al Qur’an (dan tafsir sehingga mengetahui apa artinya), kita makin dekat kepada Allah ta’ala. Mukhlis pun demikian, ia tak meragukan betapa Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Sempurna Rabb kita. Semakin mengenali Tuhannya, Mukhlis makin ikhlas tatkala kehendak-Nya tak sesuai keinginan atau rencana diri. Namun hal sepele terjadi, yaitu ketika Mukhlis menghadapi masalah di tempat kerja. Ia melihat sesuatu hal salah, sebuah kolusi di depan mata dan menghadapi praktek-praktek yang melanggar hukum.

Ia bersikap pura-pura tidak tau, karena ‘mengamankan’ karir dan bonus gajinya. Ia tahu pasti bahwa pekerjaannya hanya sarana untuk memperoleh rezeki itu, hanya sarana! Sementara sikap atas pelanggaran hukum di depan matanya adalah salah satu ujian Allah atas keimanannya. Namun ada seulas nafsu ‘akan rasa nyaman’ di tempat kerja itu yang mempengaruhi sikapnya sedemikian. Kita manusia memang senang akan ketenangan, kenyamanan, meskipun bisa saja hal itu didapat dari mengorbankan ketenangan orang lain.

Jika ia meninggalkan pekerjaannya demi Allah, Allah ta’ala akan memberinya yang lebih baik. Pasti! Sebagaimana janji-Nya, “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq [65]:2-3)


“Makhluk ciptaan-Nya sangat membutuhkan Allah, namun sering mendurhakai dengan cara hanya memanfaatkan Allah, memanfaatkan kemurahan-Nya, ke-Maha Pengampunan-Nya, padahal kalau kita kaji dengan seksama, sikap tersebut sungguh menyakitkan, mendurhakai-Nya, dan mempermalukan diri sendiri di hadapan-Nya….” ujar brother dalam Friday nasiha seraya mengingatkan contoh kecil saja ada seorang Fulan yang menangis dan mengharap bantuan dari saudara lainnya tatkala sang istri harus dioperasi di rumah sakit.

Sedangkan mereka orang asing di Poland yang tidak mengerti bahasa lokal (namun tidak pula berusaha mempelajarinya), sikap Fulan arogan berkata, “Cepatlah tolong kami, pasti Allah balas kalian nanti…bla bla bla”, manisnya ia sebut-sebut keindahan nama Allah ta’ala, padahal kebanyakan orang di ruangan itu tidak mengenalinya, bukan karena ia new-comer, melainkan sebab ia tak pernah muncul shalat fardhu di masjid. Shalat Jum’at pun ditegakkan hanya sesekali, pemuda Islam ini perkataannya berbeda dengan sikap sehari-hari, na’udzubillah minzaliik.

Manusia selalu mencari kenyamanan pribadi, manfaat diukur dari materi dan apa yang bisa melindungi dirinya dari bahaya. Mutiara keimanan bisa hilang dalam sekejap ketika tanpa sadar menempatkan Sang Pencipta kita bagaikan ‘asisten’ atau maid di hati, yang seharusnya Dia-lah Yang paling kita cintai, dan kita-lah yang menghamba, yang bersujud, lemah tiada daya dan upaya selain memohon pada-Nya.

Sungguh merugi jika sikap kita sedemikian, tatkala merasa diri “sangat perlu bantuan”, merasa bahaya kalau tidak segera meminta uang, minta cepat sehat, minta cepat selesai masalah, alias sudah ketakutan bagai menghadapi masa kematian, sehingga memanggil-manggil “Allah…I need YOU…. Tolong ya Allah… “, sementara di saat merasa nyaman damai alias kebutuhan materi sebagai penilaian cukup, merasa tak perlu memohon, dan merasa tak membutuhkan pertolongan-Nya.

Alangkah ruginya kita yang sudah menyadari bahwa setiap saat iman berubah-ubah, dan setiap detik Allah selalu Maha Menolong kita, namun tak setiap saat kita mengingat-Nya. Padahal sebait doa yang terlantun, dzikrullah bahkan jika hanya dalam hati, tak memerlukan bayaran, tak menyebabkan tenaga habis, bahkan menambah semangat energi jiwa raga kita.

Semoga hari ini kala kita menemukan pengalaman gembira, maupun peristiwa duka, kita tetap pada sikap menghamba pada-Nya, tersenyum menyambut ‘segala tarbiyah-Nya’, kita pasti selalu beriring didikan dan bimbingan-Nya agar bekal hidup di akhirat nanti dapat tercukupi, meraih rahmat-Nya dengan terjauh dari azab neraka, aamiin.


Kemuliaan diri bukanlah pada harta benda, lagi-lagi tak perlu risau akan nominal rezeki, kenikmatan terletak pada halal dan berkah, yang penting kita jalankan amanah-Nya, memetik setiap hikmah sebagai penggugur dosa-dosa. Setiap hari, pasti kita diberi nikmat ujian-Nya, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kenikmatan maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu dibatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku’. Sekali-kali tidak (demikian)!” (QS.al-Fajr: 15-17).

Ya Allah, Yang Maha Dibutuhkan, kami mohon, jagalah hati ini untuk tetap berada dalam bingkai kesyukuran. Kami selalu memohon pada-Mu, bersandar dan meminta pertolongan-Mu dalam perjalanan fana ini, faghfirlana…Ampuni kami ya Allah…


Tema ini tak hanya bermanfaat buat saudaraku yang muallaf (di Krakow) —yang notebene mengenali Islam hanya dari info internet, tercampur ajaran liberal, maupun syi’ah—, karena diri hamba pun sering lalai dan lupa mensyukuri segala nikmat-Nya, hingga tak sadar bahwa segala peristiwa dan kondisi adalah tanda kasih sayang-Nya. Tanda bahwa diri kita selalu membutuhkan-Nya, memilih jalan setiap detik dengan memohon tuntunanNya. Wallohu’alam bisshowab. —

Krakow, pagi hangat, summer 2012 :-)

Sumber : dakwatuna

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah dari Krakow... :-)

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, April 16, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (3): Selalu Merenungi Kematian




Lagi-lagi program liburan kami berubah, kecondongan hati mengikuti keinginan orang tua dan sosok ortu kami sedang doyan punya perubahan dadakan, beginilah liburan di Indonesia, rute Jakarta, Batam dan Palembang akan kami jalani. Jauh panggang dari api, tak ada istirahat dan impian untuk leyeh-leyeh ternyata tinggal kenangan, sama saja di Krakow atau di bumi pertiwi, saya tetaplah berkutat dengan pernak-pernik ragam urusan dalam rumah tangga.

Istilah orang betawi, ‘belum juga narik nafas nih ye…’ tiba-tiba ponsel kami berdering, hari selanjutnya Nini (sebutan bahasa Sunda : nenek) sedang koma di ruang ICU rumah sakit. Hati ini bergetar, mungkin saja memang beliau menanti perjumpaan dengan kami dan ketiga cicit pertamanya ini, pikirku tatkala mendengar kabar itu. Beliau sudah lumpuh beberapa tahun terakhir dan dirawat oleh suster pengasuh jompo di kediamannya.


Jangan berprasangka kalau kami tak peduli padanya, duhai teman. Sungguh suamiku yang merupakan cucu kesayangan aki nini, pernah berurun ide agar kami merawat nini-aki suatu hari nanti (itu rencana dahulu, di kala awal pernikahan kami). Namun jangankan mau menjalani hari untuk merawat beliau berdua, sewaktu kami mabit dua hari saja di kediaman yang megah itu, semua barisan pakdhe dan budhe, tante dan om sibuk meneleponi para pembantu di sana, kasak-kusuk menanyakan tentang seberapa dekat obrolan kami dengan nini-aki. Entahlah, sepertinya mereka punya keributan di belakang layar mengenai sisa-sisa harta warisan. Kami yang sibuk dengan urusan kuliah dan merajut cita-cita sakinah mawaddah wa rohmah dalam berumah tangga tentu tak mau ikut pening dengan kasak-kusuk mereka. Terakhir kali jumpa nini aki adalah 5 tahun lalu ketika kami mau berangkat ke Bangkok, Azzam masih balita.

Singkat cerita seusai mengkonfirmasi tiket ke Batam, kami menuju rumah sakit di bilangan Cinere, bergantian menyaksikan sosok rapuh sang nini yang kami sayangi. Mama mertuaku hanya beberapa detik memasuki ruang ICU, bergantian dengan suamiku yang juga hanya beberapa detik, “Ya Allah, aku gak kenal lagi wajah nini dah kayak githu….”, bisiknya ketika keluar dari ruang ICU. “Kok cepat banget sih?”, balasku. “Aku gak kuaaaaat…. Sediiiih liat nini….”, bisik Abu Azzam lagi dengan suara tersekat.

Seperti biasa, lanjutannya baca disini (link-Kisah Eramuslim) yah teman-teman... :-)

Barokallohulakum, salam ukhuwah dari Krakow! (^-^)

Tuesday, April 3, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (2): Perjalanan Lancar Bersiram Do'a





Eve menolongku menyetrika, sudah sebulan ini, ia datang setiap akhir pekan seusai les menggambar yang diikutinya.

Ia adalah seorang siswi high school (SMU, kalau di Indonesia) yang cerdas dan sedang mempersiapkan diri masuk universitas idaman di tahun depan. Biasanya Eve hanya datang seminggu sekali karena kegiatan menolong pekerjaan rumah di appartemenku ini hanyalah memanfaatkan waktu luang baginya, serta menambah uang tabungan untuk persiapan di universitas kelak.

Namun seminggu sebelum kami mudik, Eve tak banyak ujian di sekolah, maka ia bilang bahwa ia mau membantuku lebih banyak lagi dalam hal persiapan packing mudik.

Ia bersihkan dua kamar kecil dan rak-rak buku, ia setrika tumpukan pakaian yang akan kami bawa, bahkan sehari sebelum berangkat pun, ia menyempatkan diri untuk mengajari Azzam dalam kelas bahasa Polish dan menjelaskan mengenai beberapa buku Pe-Er yang harus dibawa Azzam buat liburan ke Indonesia.

Keberadaan Eve dalam tiap kunjungan bantuannya amat mempermudah tugas rutinku. Apalagi ia pandai memikat hatiku, sebagai contoh ketika ia memahami ketidak-berdayaanku saat flu berat melanda, maka ia datang di pagi hari sebelum jam sekolah siang bertepatan saat itu tak ada ujian, ia bantu membersihkan WC, ruang tamu, dan ia lap rak sepatu, juga ia sempatkan membuat kue bolu sebagai teman minum teh hangat buatku.

Ia bisa cepat tanggap ketika kuajarkan cara membersihkan kompor dan merapikan dapur. Saya telah menganggapnya sebagai saudari sendiri, bukan sebagai maid atau asisten. Alhamdulillah.

Setelah berpelukan erat, Eve bilang, “Titip salam buat keluargamu di Indonesia yah, kalian pasti senang sekali karena bisa berkumpul dan berlibur…”, “Tentu saja…nanti kita sms-an yah, Eve…terima kasih sudah menolongku…,”ujarku, sebelum ia mengucap Do widzenia, Do zobaczenia sambil tersenyum & melambaikan tangan.

:-)

Hari itu turun salju lebat---yang tadinya hanya rintik-rintik, salah satu sister yang ingin mengunjungiku batal datang, dengan bersedih ia tulis sms, ”My Ry, kochane... please come back soon for me. I love you so much, take care and have a safe trip, honey....”. Kami berbalas sms dengan saling mendo’akan, sisterku ini baru beberapa hari menjadi muslimah.


Silakan lanjutin di link-Kisah- Eramuslim yah... :-)

Salam Ukhuwah dari Krakow, Barokalloh!

Friday, March 30, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (1): Rezeki Besar Sebelum Berangkat


Tentu kerinduan amat membuncah, gelegar rasa kangen telah memenuhi isi kalbuku, kangen pada ayah ibu serta seluruh keluarga besar dan teman-teman di kampung halaman, dua tahun bukanlah waktu yang pendek bagiku untuk menjalani hari tanpa senyuman kedua orang tua di depan mata.

Apalagi, jarak GMT+1 alias perbedaan waktu enam jam itu telah membuat komunikasi jarak jauh tersendat-sendat, dalam dua tahun, masing-masing pihak dua ortuku (orang tuaku serta orang tua suamiku) sudah dua kali harus menjalani perawatan di rumah sakit karena merosotnya kondisi kesehatan mereka. Dan di ujung Kota Krakow, kami hanya bisa bermunajat kepada-Nya serta menatap foto-foto mereka sebagai obat kangen.

Tatkala sebulan sebelum jadwal mudik, saya harus re-new passport terlebih dahulu di Warszawa, karena masa berlaku passport akan segera habis, dua bulan berikutnya. Sekedar info, re-new passport bisa kita lakukan kalau masa berlaku passport lama tidak sampai 6 bulan lagi, atau jika akan memperpanjang visa yang ternyata masa berlaku passport sudah ‘tanggung’, tak sebanding dengan masa berlaku visa tinggal.

Alhamdulillah, tatkala penggantian passport tersebut, sistersku asal Malaysia menjemput diriku dan bayi kecil kami yang berperjalanan dari Krakow ke Warszawa dengan kereta api, mereka menemui kami di Warszawa central, lalu mengantarkan kami ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warszawa, selanjutnya mereka meneruskan jadwal perkuliahan di kampus masing-masing seusai memeluk erat kami, kuatkanlah ukhuwah kami, ya Robbi… subhanalloh!

...lanjutannya baca di link-Kisah Eramuslim yah :-)

Barokallohulakum, Salam Ukhuwah dari Krakow! :-)

Friday, March 9, 2012

Catatan Cinta-Nya di Krakow---seri 1, promo, don't miss it!


Alhamdulillahi robbil 'alamiin, :-) Semoga Allahu ta'ala memberkahi dan meridhoi langkah kita, aamiin. :-)



Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat...


Sahabat-sahabat yang sholeh dan sholihat,

Berjuta maaf karena perbedaan waktu antara Krakow dengan Jakarta, kami jadi telat menampilkan kabar buku Catatan CintaNya di Krakow (CCK)-seri 1 ini. Sehingga 15 hadiah kartu pos Krakow bertanda tangan penulis yang merupakan jatah bagi 15 pembeli pertama telah ludes duluan saat peluncuran buku di Islamic Book Fair 2012 hari ini.
Namun tak perlu kecewa, yang penting bukunya bisa segera ada dalam genggaman, yah... ;-)

Silakan langsung menuju TKP--- kunjungi stand Eramuslim di acara Islamic Book Fair 2012 senayan, di area Zamzam (lantai 2) stand no 14 (sebelah stand Ummi), sambil berwisata rohani dan menerbitkan minat baca keluarga, yoook, kunjungi beramai-ramai!

Buku CCK seri 1 ini dapat diperoleh pula di Toko Buku Wali Songo, Gunung Agung dan toko-toko buku islami lainnya.

Hanya sedikit 'bedanya', buat sahabat-sahabat yang berminat menjadi reseller atau membeli secara gabungan alias membeli banyak karena titipan teman lain, dsb, dan juga sobat-sobat kami di berbagai daerah seluruh Indonesia, ada diskon khusus, jangan khawatir ;-)....

Jangan khawatir pula kalau memang telat datang ke IBF atau tersendat akibat macet, tetap bisa pre-order sekarang juga! (nanti panitia akan mencatat pemesanan sobat)

TAPI... siap-siap yah kalau panitia IBF 2012 atau pihak pemasaran menanyakan 'special questions' tentang bidadari_Azzam agar sobat bisa mendapatkan diskon khusus tersebut!




Untuk informasi lain selanjutnya, dan kalau masih ada rezeki kalian nih yeee... masih tersedia stok buku berkartupos Krakow, silakan contact Bunda sari di : +6281382247730, dapatkan CCK -seri 1 sebagai cetakan promo ;-))
:-)

Jangan lupa join dan undang sobat lain di page baru kita yah : http://www.facebook.com/pages/Books-of-bidadari_Azzam/245080635586332

Barokalloh always, Salam Ukhuwah dari Krakow!

Wassalamu'alaykum wrwb...
-Abu Azzam-

twitter @bidadari_azzam (^-^)

Saturday, December 31, 2011

Sajak Mengeja Masa



:-)


Ingatkah tangis pertama dinanti setiap mata
Buaian pagi hingga malam berkuntum kecup sayang
Bisikan do’a ayah bunda teruntai gemilang
Agar sosok permata jiwa senantiasa berhias cinta-Nya

Mengalun nafas segar
Iringan tinta menggores lembar kertas putih
Rajut impian sembari sumringah
Tegar tatkala cabaran datang
Pangkas kegetiran yang terkadang hadir
Detak-detik irama langkah
Tapak menuju cita
Menjemput asa kemilau pelangi indah

Hari berminggu dan hitungan tahun
Berbilang usia terlewati
Ada senyum merona
Ada canda tawa
Ada kelam duka
Ada tangis bersuka ria jua lara
Ada samudera bahagia
Ada pula luka dan noktah

Ada aroma harum semerbak
Ada pula bau yang menyengat
Bertemu segala peristiwa
Kala menggali perbekalan

Bertemu cahaya hidayah adalah obat rindu
Genggam harap pertolongan-Nya sepanjang waktu
Biarkan kepalsuan dunia berlalu
Tak mengusik kesucian kalbu

Duhai penyembuh luka
Purnama jelita percikan hangat ukir senyuman
Ketika datang problema dalam tapak nan tertatih
Engkau ingatkan bahwa kesenangan adalah fana
Engkau tunjukkan hikmah sejati dalam tiap perjalanan
Engkau sematkan tanda kasih tiada henti
Berapa musim telah berlalu dengan kucuran samudera anugerah-Mu
Lantas mengapa hamba masih goyah memaknai kurnia-Mu


Kerlap-kerlip pun denting riuh kala senja
Terpaan bongkahan putih pun dedaunan kering
Hamparan pasir ataukah kusamnya jalanan kota
Lagi dan lagi pemandangan fana
Entah berapa anak tangga lagi yang masih sanggup kunaiki
Menuju hadiah sejati dalam ridho-Mu
Menyeka peluh serta meluruhkan nurani
Penyembuh luka tatkala masa berlalu

Pada jiwa
Dekap niat nan satu
Mohon teguhkan keimanan dalam diri
Duhai Ilahi
Mengeja masa seolah berkaca
Penuh Tanya dalam dada
Akankah Engkau ridho atas usia nan kami jalani
Akankah Engkau ridho atas jiwa raga ini


Mengeja masa dalam harapan tiada henti
Semoga sikap istiqomah tak pernah berlari
Beriring ikhlas di hati
Dalam ketaatan pada-Mu, Yaa Robbi


(Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. QS.Al-‘Asr:1-3)

Wallahu’alam bisshowab.
(bidadari_Azzam, Salam ukhuwah dari Krakow, malam 11 Muharram 1433 H)

telah dimuat di Oase Iman-Era Muslim pada link ini, :-)

Tuesday, December 6, 2011

Secuil Berita ❤


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

Syukron jazzakumulloh khoiru jazza atas kunjungannya, do'a-do'a kalian serta email yang masuk di email-address pribadi kami maupun di milist brothers@Krakow, :-)

Saya pertama kali cerita Krakow yah yang tentang Senyuman :-), trus ternyata baru ditampilkan pula di link-Kisah Eramuslim, mungkin redaksinya barusan ngubek-ngubek artikel lama, :-D, tempo hari tulisan itu kan 'curhat yang kepanjangan', jadinya tidak bisa dimuat di Oase Iman, takut pembacanya bosan, hehehehe (^-*, mudah-mudahan gak yah...)

Oh iya, ada beberapa pemuda-pemudi yang menyatakan "perasaannya", (uhuyyy... ^-^ ❤ :-)), bahwa mereka amat tertarik pada Islam, mereka sedang jatuh cinta pada agama tertua ini, agama asli sejak zaman-Nabi Adam 'alaihissalam, agama yang benar, yang membawa keselamatan dunia-akhirat. Beberapa dari mereka telah menjadi sohib kami, telah mengikrarkan dua kalimat syahadat pula, dan beberapa lainnya sedang mencari kepastian, menimbang-nimbang untuk meyakinkan sang hati, :-)maka mari kita do'akan semoga Allah ta'ala memantapkan dan meneguhkan hidayah-Nya buat mereka, amiiin... Allahumma amiin.

Barokalloh sobat muslims, keep istiqomah, & Salam Ukhuwah!

Monday, December 5, 2011

Terbalas Cepat Dalam Kesabaran


Sangat terburu-buru, ia menarik tanganku untuk segera duduk di ruang tamunya. Ia temanku, anak semata wayang, sebut saja Kasih, pernah lama ditinggal orang tua ke luar daerah, maka supaya tak hanya berdua dengan si ’mbak asisten’, ia ajak Miss Nona ikutan tinggal di rumahnya.

Tadinya Miss Nona ini sudah ‘didepak’ dari kos-kosan di ibu kota tersebut, sebab perangainya kurang baik, jorok dan dianggap pembuat onar, maka tawaran tumpangan di rumah Kasih adalah momen yang pas, apalagi Kasih ‘gak perhitungan’, semuanya gratis, Kasih malah sangat berterima kasih karena Miss Nona mau menemaninya di rumah.

Hitungan tahun sudah berjalan, gratis tempat tinggal, makan-minum, dan pakai motor + bensin gratis ketika kuliah, Miss Nona jadi besar kepala, si mbak asisten akhirnya tak sanggup untuk mengadukannya kepada Kasih, karena selain Miss Nona sering teriak-teriak melulu menyuruh ini-itu, di waktu Kasih punya ‘job di luar kota’, ternyata Miss Nona mengajak pacarnya menginap di rumah itu!

Riuhnya gossip tetangga, Miss Nona bahkan menyuruh mbak asisten untuk cuti dari tugas bersih-bersih rumah, ia cuek saja berduaan dengan sang pacar bagaikan pasutri di rumah tumpangan itu, duh, sungguh hilangnya rasa malu.

Kasih, temanku yang baik ini, masih bisa bersabar, apalagi di tahun akhir kuliah Miss Nona, bertepatan dengan tragedi kecelakaan bagi Kasih, ia harus dirawat di rumah sakit, sebulan lebih. Kasih berharap, Miss Nona membantu kesembuhannya, Orang tua Kasih hanya bolak-balik ke luar kota dan setiap akhir minggu, menemani Kasih di rumah sakit itu.

“Namun ternyata, Miss Nona malah menggelapkan dana, uangku malah dipakai buat keperluan pribadi, dan dia cerita ke teman-temannya bahwa dia bayar sewa rumah di tempatku itu, aduuuh, koq bisa sih cerita berkebalikan gitu?

Kamu kan tau, sist, aku gak pernah minta bayaran sewa ke dia, aku gak perhitungan sama dia, eeeeh… ternyata koq di mata teman-temannya, ia menjelekkan aku, bahkan dia bilang bahwa aku sering menyuruh-nyuruh dia kayak pembantu, lho…Padahal kan aku punya si mbak pembantu?!”, curhat Kasih.


“Sabaaar…Sabar…”, ujarku waktu itu.

Peluk cium dari jauh buat Kasih, & silakan simak lanjutannya di link-Kisah Eramuslim ini yah sobats...

Salam Ukhuwah dari Krakow ^-^ ❤

Sunday, December 4, 2011

Muallaf Krakow Berbagi Kisah (7) : “Terserah Orang Lain Bilang Apa…”



Saya terus mencari-cari agama apa yang benar-benar ‘punya Tuhan’. Dalam pencarian itu, saya pernah menemukan agama bertuhan banyak, berdewa-dewi, dan berdongeng-dongeng, saya amat pusing, akal saya tak menerima cerita-cerita lucu itu, termasuk tentang anak Tuhan, wali dan pewaris tahta Tuhan. Sister Von dan brother Sholeh memiliki kesamaan kisah mengenai hal tersebut.

Saat mereka menemukan cahaya Islam, ada suatu perasaan mendalam, bercampur aduk gejolak hati, terutama rasa lega dan bahagia karena berjumpa agama Allah yang merupakan satu-satunya agama yang benar. “Sukar melukiskan perasaan itu. Perasaan tentang bagaimana saya begitu percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah, serta Muhammad adalah Rasulullah… kemudian saya menjadi turut emosi ketika orang-orang kafir menghina agama-Nya, mencaci-maki rasul-Nya, dan saya pikir itulah bukti bahwa saya sudah merasa memiliki Islam dalam hidup ini…”, brother Sholeh bersemangat mempelajari islam.


Dulu masa kecil, mereka ‘ngikut’ saja merayakan berbagai pesta keagamaan orang tua dan kakek-nenek mereka. Bahkan mereka dijejali cerita-cerita yang tak pernah terjadi, bahkan orang tua mereka sendiri tak dapat menjawab jika anak-anak mempertanyakan kebenaran cerita yang diutarakan. Lantas demikianlah kebanyakan pengalaman pemuda Islam Muallaf di berbagai belahan bumi, mereka melakukan pencarian sendiri tentang siapakah Pencipta, siapakah Sang Pemelihara, Sang Pelindung Yang Maha Berkuasa itu? Subhanalloh… “Dan saya menemukan agama Islam, saya yakin ini adalah agama yang benar. Saya lega dan tidak stress lagi saat mempertanyakan tentang keberadaan diri saya di dunia ini…”, ringan sekali ucapan sister Von.

Ya Allah, Tuhanku Yang Maha Pemberi Hikmah, diri ini sering kesal berada di Krakow-nun jauh dari pertiwi, namun ternyata saudara-saudariku ini merupakan pembawa senyum dan penghibur jiwaku. Jika saya tak berada disini, tentu tak mungkin berjumpa mereka di masjid Krakow ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwasiat, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu”. (HR. Muslim)

Simak lanjutan Kisah hikmah ini di link Kisah-Eramuslim kita ;-)

Salam Ukhuwah dari Krakow, semoga kita tetap saling berkirim do'a, Barokalloh brothers & sisters... ^-^