Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, July 11, 2013

Diaspora Indonesia Pecinta Qur’an di Kuwait




Sebelum berada di negara baru yang akan disinggahi, kami selalu berkomunikasi dengan para diaspora Indonesia yang telah lebih dahulu berada disana. Tentu kaum diaspora (perantau) Indonesia selalu ingin saling menebar manfaat dan memperluas jaringan persahabatan. Apabila lokasi sebuah negeri ternyata tak kita dapati info tentang WNI (Warga Negara Indonesia), maka berusahalah menghubungi pihak kedutaan RI di area terdekat dengan wilayah tersebut.

Beberapa bulan sebelum pindah ke Kuwait pun, saya berkenalan dengan beberapa blogger dan wartawan Indonesia (baik yang masih bertugas di Kuwait, maupun yang sudah kembali ke tanah air atau bertugas ke tempat lainnya). Alhamdulillah melalui banyak tautan di kolom komentar sebuah blog, berlanjutlah pertemanan ke sobat WNI lainnya. Kemudian saya mengenal sebuah blog buletin islami ‘projek akhirat’ muslimah (WNI) di Kuwait yaitu Al-Husna.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, materi dan tausiyah dalam lembaran Al Husna ternyata relevan dengan keseriusan sisters Muallaf Krakow dalam mempelajari Al Islam. Ustadzah Latifah Munawarah, MA (Kandidat Doctor di Universitas Kuwait dan merupakan pembina banyak majelis taklim se-Kuwait) dan sisters atau ummahat lainnya pun sangat ramah dan segera membalas email-email kiriman kami, di tengah kesibukan mereka. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza, dear…

... baca lanjutannya yang lumayan panjang disini saja : link islampos :-) Bahagianya dalam ber'fastabiqul khoirot', subhanalloh, obat jiwa raga adalah tadabur qur'an serta kencangnya ukhuwah, berulang kali kita pasti merindukan suasana ini, insya Allah...

Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, selamat berjuang sahabat-sahabat! Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah^^ ... Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, June 24, 2013

Runtuhkan Keluh




Bismillah walhamdulillah…

Suatu hari seorang teman berbagi cerita bahwa hari itu ia amat lelah, “Dua kali lipat capek, remuk badan rasanya…hati pun menjadi panas…” Ujarnya. Aku mengerti perasaannya, sebab ia bilang bahwa teman di sampingnya dalam perjalanan itu adalah sosok yang tak henti mengeluh. Aku pun pernah mengalami hal itu. Kita harus memperbanyak istighfar agar tidak ketularan imbas keluh kesah tersebut. Meskipun sering kali kita menahan diri dengan berusaha tenang untuk menjadi pendengar yang baik, namun jauh lebih sering keluh kesah itu tak punya tujuan jelas, sehingga kalimat yang sama berulang-ulang mampir di telinga seolah lebih buruk dari pada kaset rusak.

... artikel lanjutannya silakan teman-teman baca di IslamPos-link ini :-)

Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka “ (QS. Ar Ra’d: 11). Masih panjang jalan terbentang, teramat luas dan banyak pintu-pintu rezeki (halal) curahanNya. Masih banyak potensi dan kreasi diri yang harus kita optimalkan, jangan sampai dikaburkan atau terkubur gara-gara keluh. Kalimat keluhan dapat menumpulkan ide dan semangat.

Berbagi rasa dan dekapan bahu dengan saudara tentu menentramkan jiwa, namun harus waspada, bukan tidak mungkin terbitlah kalimat-kalimat keluh, padahal bisa jadi orang di hadapan kita sedang mengalami keterpurukan dan peristiwa yang lebih dahsyat dari pada kita yang berkeluh. Lebih baik diam berhias istighfar sehingga hati menjadi tentram. Jika kita tidak dapat mengurangi beban saudara, minimal hindari banyak mengeluh karena akan menambah beban baginya.

Apalagi tatkala mengingat kondisi saudara-saudari kita di Suriah, Gaza dan area konflik lainnya saat ini. Marilah kita bercermin diri, tak pantas mengeluh tentang makanan ‘pilih-pilih sesuai mood-lidah’, sedangkan mereka disana belum tentu bisa makan. Tak pantas kita sibuk menginginkan sepatu dan baju baru ‘hanya’ gara-gara mengikuti trend fashion updated. Sedangkan di sana, mereka hanya punya satu baju nan melekat di badan. Bahkan kaki atau tangan telah diamputasi sebagai bukti perjuangan. Faghfirlana… Ampuni kami ya Allah.

Allahummansur Islam wal Muslimin, Allahumma A’izzatal Islam wal Muslimin wa Adzillassyirka wal Musyrikin…aamiin Semoga keluh telah runtuh dari jiwa-jiwa suci yang telah siap menanti ramadhan ini… Hadirkan lisan jelita dengan menularkan kalimat hikmah berisi solusi. Semoga Allah melimpahkan kemudahan bagi kita semua dalam mengoptimalkan aktivitas kebaikan, aamiin…Wallohu’alam bisshowab.



Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykum Wrwb... :-)

Wednesday, June 12, 2013

Mufti Menk in Kuwait (Info)




Assalamu'alaykumwr...

Frwd from email dan my bbm ;-)

Islamic Center of Kuwait (ICK) always strives to provide programs for the benefit of English speaking Muslim community in Kuwait in order to remain steadfast in our Deen and to be successful in this world and in the hereafter.

We are enclosing a flyer of a joint program by ICK with FIMA and IMWA under the patronage of Ministry of Awqaf & Islamic Affairs & Grand Mosque Administration. The main program will be held on 13 June 2013 in International Islamic Charitable Organization Hall (IICO), South Surra (near Civil ID office) immediately after Maghreb prayers. The map of IICO is given in the flyer.

As you know, Mufti Ismail is a powerful and renowned international speaker, Mufti of Zimbabwe and has a large following in the Muslim world, especially among English speaking Muslims.

He will also deliver Friday khutbah on 14 June 2013 in Masjid Al-Othman, Kuwait City. We will also have a lecture in Masjid Al-Othman by Mufti Ismail Menk between Maghreb and Eisha on Friday, 14 June 2014.

Jazak Allah Khair!

(ICK Management)

Walhamdulillah, hope we can come and get more knowledge from his tausiyah... Salam Ukhuwah from Kuwait, ^-^

(twitter : @bidadari_azzam)

Barokalloh, :-) Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Thursday, March 14, 2013

bidadari_Azzam di Majalah PARAS edisi maret 2013

Alhamdulillah 'ala kulli hal, semoga usia kita berkah, aamiin Ya Allah...

Sebelum saya dan keluarga berangkat dari Krakow ke tanah air pada awal tahun (baca di sini), saya menyempatkan menjawab wawancara via email dari jurnalis PARAS. Beliau mengetahui tentang saya dari salah satu sahabat penerbit :-).

Saat itu baru saja berlangsung acara berbagi mawar yang saya ceritakan beberapa waktu lalu, sehingga ada pula dua stasiun televisi Poland yang ingin berbincang denganku yaitu tvpl dan Tvn... Karena keterbatasan waktu dan 'rempongnya' situasi packing di hari terakhir tersebut, saya tidak bisa menjawab keseluruhan wawancara dengan wartawan tv Poland tersebut.

Saya merekomendasikan beberapa sisters di Krakow untuk dihubungi oleh kedua stasiun tv itu, namun (lagi dan lagi) sisters malah ketakutan, ada prasangka dan perasaan tidak enak~ takut adanya intimidasi dan sejenisnya jika menjelaskan prihal keislaman mereka kepada masyarakat lokal (media televisi tsb). Yah, begitulah kondisi di Krakow, beginilah situasi perih sebagai minoritas muslimin di tengah kaum katholik yang amat taat dengan doktrin-doktrin pembesar church mereka.

Di halaman 34-36 majalah PARAS edisi maret 2013 ini, ada informasi mengenai hal tersebut, bagaimana kiprah dakwah di Krakow... :-)

Syukron jazzakumulloh khoiru jazza atas segala dukungan, do'a dan apresiasi sobat-sobat semua...

Alhamdulillah, alangkah indahnya ukhuwah islamiyah ^^







Azzam dan Uncle Ajudan meembaca PARAS edisi maret 2013 :-D

PS: Ternyata hasil wawancara dimuat juga :-) disini : Sri Yusriani (bidadari_Azzam)~Lukipos

Barokallohu fiikum, Fii amanillah...Salam Ukhuwah dari Krakow...(^_*)

@bidadari_Azzam

Monday, April 16, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (3): Selalu Merenungi Kematian




Lagi-lagi program liburan kami berubah, kecondongan hati mengikuti keinginan orang tua dan sosok ortu kami sedang doyan punya perubahan dadakan, beginilah liburan di Indonesia, rute Jakarta, Batam dan Palembang akan kami jalani. Jauh panggang dari api, tak ada istirahat dan impian untuk leyeh-leyeh ternyata tinggal kenangan, sama saja di Krakow atau di bumi pertiwi, saya tetaplah berkutat dengan pernak-pernik ragam urusan dalam rumah tangga.

Istilah orang betawi, ‘belum juga narik nafas nih ye…’ tiba-tiba ponsel kami berdering, hari selanjutnya Nini (sebutan bahasa Sunda : nenek) sedang koma di ruang ICU rumah sakit. Hati ini bergetar, mungkin saja memang beliau menanti perjumpaan dengan kami dan ketiga cicit pertamanya ini, pikirku tatkala mendengar kabar itu. Beliau sudah lumpuh beberapa tahun terakhir dan dirawat oleh suster pengasuh jompo di kediamannya.


Jangan berprasangka kalau kami tak peduli padanya, duhai teman. Sungguh suamiku yang merupakan cucu kesayangan aki nini, pernah berurun ide agar kami merawat nini-aki suatu hari nanti (itu rencana dahulu, di kala awal pernikahan kami). Namun jangankan mau menjalani hari untuk merawat beliau berdua, sewaktu kami mabit dua hari saja di kediaman yang megah itu, semua barisan pakdhe dan budhe, tante dan om sibuk meneleponi para pembantu di sana, kasak-kusuk menanyakan tentang seberapa dekat obrolan kami dengan nini-aki. Entahlah, sepertinya mereka punya keributan di belakang layar mengenai sisa-sisa harta warisan. Kami yang sibuk dengan urusan kuliah dan merajut cita-cita sakinah mawaddah wa rohmah dalam berumah tangga tentu tak mau ikut pening dengan kasak-kusuk mereka. Terakhir kali jumpa nini aki adalah 5 tahun lalu ketika kami mau berangkat ke Bangkok, Azzam masih balita.

Singkat cerita seusai mengkonfirmasi tiket ke Batam, kami menuju rumah sakit di bilangan Cinere, bergantian menyaksikan sosok rapuh sang nini yang kami sayangi. Mama mertuaku hanya beberapa detik memasuki ruang ICU, bergantian dengan suamiku yang juga hanya beberapa detik, “Ya Allah, aku gak kenal lagi wajah nini dah kayak githu….”, bisiknya ketika keluar dari ruang ICU. “Kok cepat banget sih?”, balasku. “Aku gak kuaaaaat…. Sediiiih liat nini….”, bisik Abu Azzam lagi dengan suara tersekat.

Seperti biasa, lanjutannya baca disini (link-Kisah Eramuslim) yah teman-teman... :-)

Barokallohulakum, salam ukhuwah dari Krakow! (^-^)

Tuesday, April 3, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (2): Perjalanan Lancar Bersiram Do'a





Eve menolongku menyetrika, sudah sebulan ini, ia datang setiap akhir pekan seusai les menggambar yang diikutinya.

Ia adalah seorang siswi high school (SMU, kalau di Indonesia) yang cerdas dan sedang mempersiapkan diri masuk universitas idaman di tahun depan. Biasanya Eve hanya datang seminggu sekali karena kegiatan menolong pekerjaan rumah di appartemenku ini hanyalah memanfaatkan waktu luang baginya, serta menambah uang tabungan untuk persiapan di universitas kelak.

Namun seminggu sebelum kami mudik, Eve tak banyak ujian di sekolah, maka ia bilang bahwa ia mau membantuku lebih banyak lagi dalam hal persiapan packing mudik.

Ia bersihkan dua kamar kecil dan rak-rak buku, ia setrika tumpukan pakaian yang akan kami bawa, bahkan sehari sebelum berangkat pun, ia menyempatkan diri untuk mengajari Azzam dalam kelas bahasa Polish dan menjelaskan mengenai beberapa buku Pe-Er yang harus dibawa Azzam buat liburan ke Indonesia.

Keberadaan Eve dalam tiap kunjungan bantuannya amat mempermudah tugas rutinku. Apalagi ia pandai memikat hatiku, sebagai contoh ketika ia memahami ketidak-berdayaanku saat flu berat melanda, maka ia datang di pagi hari sebelum jam sekolah siang bertepatan saat itu tak ada ujian, ia bantu membersihkan WC, ruang tamu, dan ia lap rak sepatu, juga ia sempatkan membuat kue bolu sebagai teman minum teh hangat buatku.

Ia bisa cepat tanggap ketika kuajarkan cara membersihkan kompor dan merapikan dapur. Saya telah menganggapnya sebagai saudari sendiri, bukan sebagai maid atau asisten. Alhamdulillah.

Setelah berpelukan erat, Eve bilang, “Titip salam buat keluargamu di Indonesia yah, kalian pasti senang sekali karena bisa berkumpul dan berlibur…”, “Tentu saja…nanti kita sms-an yah, Eve…terima kasih sudah menolongku…,”ujarku, sebelum ia mengucap Do widzenia, Do zobaczenia sambil tersenyum & melambaikan tangan.

:-)

Hari itu turun salju lebat---yang tadinya hanya rintik-rintik, salah satu sister yang ingin mengunjungiku batal datang, dengan bersedih ia tulis sms, ”My Ry, kochane... please come back soon for me. I love you so much, take care and have a safe trip, honey....”. Kami berbalas sms dengan saling mendo’akan, sisterku ini baru beberapa hari menjadi muslimah.


Silakan lanjutin di link-Kisah- Eramuslim yah... :-)

Salam Ukhuwah dari Krakow, Barokalloh!

Friday, March 30, 2012

Catatan Mudik di Bumi Pertiwi (1): Rezeki Besar Sebelum Berangkat


Tentu kerinduan amat membuncah, gelegar rasa kangen telah memenuhi isi kalbuku, kangen pada ayah ibu serta seluruh keluarga besar dan teman-teman di kampung halaman, dua tahun bukanlah waktu yang pendek bagiku untuk menjalani hari tanpa senyuman kedua orang tua di depan mata.

Apalagi, jarak GMT+1 alias perbedaan waktu enam jam itu telah membuat komunikasi jarak jauh tersendat-sendat, dalam dua tahun, masing-masing pihak dua ortuku (orang tuaku serta orang tua suamiku) sudah dua kali harus menjalani perawatan di rumah sakit karena merosotnya kondisi kesehatan mereka. Dan di ujung Kota Krakow, kami hanya bisa bermunajat kepada-Nya serta menatap foto-foto mereka sebagai obat kangen.

Tatkala sebulan sebelum jadwal mudik, saya harus re-new passport terlebih dahulu di Warszawa, karena masa berlaku passport akan segera habis, dua bulan berikutnya. Sekedar info, re-new passport bisa kita lakukan kalau masa berlaku passport lama tidak sampai 6 bulan lagi, atau jika akan memperpanjang visa yang ternyata masa berlaku passport sudah ‘tanggung’, tak sebanding dengan masa berlaku visa tinggal.

Alhamdulillah, tatkala penggantian passport tersebut, sistersku asal Malaysia menjemput diriku dan bayi kecil kami yang berperjalanan dari Krakow ke Warszawa dengan kereta api, mereka menemui kami di Warszawa central, lalu mengantarkan kami ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warszawa, selanjutnya mereka meneruskan jadwal perkuliahan di kampus masing-masing seusai memeluk erat kami, kuatkanlah ukhuwah kami, ya Robbi… subhanalloh!

...lanjutannya baca di link-Kisah Eramuslim yah :-)

Barokallohulakum, Salam Ukhuwah dari Krakow! :-)

Friday, March 9, 2012

Catatan Cinta-Nya di Krakow---seri 1, promo, don't miss it!


Alhamdulillahi robbil 'alamiin, :-) Semoga Allahu ta'ala memberkahi dan meridhoi langkah kita, aamiin. :-)



Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat...


Sahabat-sahabat yang sholeh dan sholihat,

Berjuta maaf karena perbedaan waktu antara Krakow dengan Jakarta, kami jadi telat menampilkan kabar buku Catatan CintaNya di Krakow (CCK)-seri 1 ini. Sehingga 15 hadiah kartu pos Krakow bertanda tangan penulis yang merupakan jatah bagi 15 pembeli pertama telah ludes duluan saat peluncuran buku di Islamic Book Fair 2012 hari ini.
Namun tak perlu kecewa, yang penting bukunya bisa segera ada dalam genggaman, yah... ;-)

Silakan langsung menuju TKP--- kunjungi stand Eramuslim di acara Islamic Book Fair 2012 senayan, di area Zamzam (lantai 2) stand no 14 (sebelah stand Ummi), sambil berwisata rohani dan menerbitkan minat baca keluarga, yoook, kunjungi beramai-ramai!

Buku CCK seri 1 ini dapat diperoleh pula di Toko Buku Wali Songo, Gunung Agung dan toko-toko buku islami lainnya.

Hanya sedikit 'bedanya', buat sahabat-sahabat yang berminat menjadi reseller atau membeli secara gabungan alias membeli banyak karena titipan teman lain, dsb, dan juga sobat-sobat kami di berbagai daerah seluruh Indonesia, ada diskon khusus, jangan khawatir ;-)....

Jangan khawatir pula kalau memang telat datang ke IBF atau tersendat akibat macet, tetap bisa pre-order sekarang juga! (nanti panitia akan mencatat pemesanan sobat)

TAPI... siap-siap yah kalau panitia IBF 2012 atau pihak pemasaran menanyakan 'special questions' tentang bidadari_Azzam agar sobat bisa mendapatkan diskon khusus tersebut!




Untuk informasi lain selanjutnya, dan kalau masih ada rezeki kalian nih yeee... masih tersedia stok buku berkartupos Krakow, silakan contact Bunda sari di : +6281382247730, dapatkan CCK -seri 1 sebagai cetakan promo ;-))
:-)

Jangan lupa join dan undang sobat lain di page baru kita yah : http://www.facebook.com/pages/Books-of-bidadari_Azzam/245080635586332

Barokalloh always, Salam Ukhuwah dari Krakow!

Wassalamu'alaykum wrwb...
-Abu Azzam-

twitter @bidadari_azzam (^-^)