Tuesday, December 11, 2012

Dia Yang Maha Dibutuhkan



Dalam Friday-nasiha, seorang saudaraku mengingatkan tentang diri kita yang sangat membutuhkan Allah. Manusia yang merupakan makhluk ciptaan-Nya, yang kemudian Dialah Sang Pemelihara dan Maha Pemberi Kurnia, yang setiap saat hanya Allah yang mengetahui akan peristiwa yang akan kita lalui, bahaya atau menyeramkan, sehat, sakit, senang ataupun duka.

“Ya Tuhan kami, Yang Maha Memberi apa yang telah Engkau janjikan kepada hamba-hamba-Mu, Ampunilah kami ketika sadar ataupun tak sadar ternyata mencari sosok lain sebagai penolong hidup kami, yang kami pernah lalai mengutamakan hal lain padahal pertolongan-MU selalu dekat…”, brother kita mengingatkan.

Coba kita mengingat-ingat, pernahkah kita melakukan hal seperti Mukhlis—seorang manusia biasa, (bahkan mungkin sering) tatkala kita membaca ayat-ayat dalam Al Qur’an (dan tafsir sehingga mengetahui apa artinya), kita makin dekat kepada Allah ta’ala. Mukhlis pun demikian, ia tak meragukan betapa Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Sempurna Rabb kita. Semakin mengenali Tuhannya, Mukhlis makin ikhlas tatkala kehendak-Nya tak sesuai keinginan atau rencana diri. Namun hal sepele terjadi, yaitu ketika Mukhlis menghadapi masalah di tempat kerja. Ia melihat sesuatu hal salah, sebuah kolusi di depan mata dan menghadapi praktek-praktek yang melanggar hukum.

Ia bersikap pura-pura tidak tau, karena ‘mengamankan’ karir dan bonus gajinya. Ia tahu pasti bahwa pekerjaannya hanya sarana untuk memperoleh rezeki itu, hanya sarana! Sementara sikap atas pelanggaran hukum di depan matanya adalah salah satu ujian Allah atas keimanannya. Namun ada seulas nafsu ‘akan rasa nyaman’ di tempat kerja itu yang mempengaruhi sikapnya sedemikian. Kita manusia memang senang akan ketenangan, kenyamanan, meskipun bisa saja hal itu didapat dari mengorbankan ketenangan orang lain.

Jika ia meninggalkan pekerjaannya demi Allah, Allah ta’ala akan memberinya yang lebih baik. Pasti! Sebagaimana janji-Nya, “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq [65]:2-3)


“Makhluk ciptaan-Nya sangat membutuhkan Allah, namun sering mendurhakai dengan cara hanya memanfaatkan Allah, memanfaatkan kemurahan-Nya, ke-Maha Pengampunan-Nya, padahal kalau kita kaji dengan seksama, sikap tersebut sungguh menyakitkan, mendurhakai-Nya, dan mempermalukan diri sendiri di hadapan-Nya….” ujar brother dalam Friday nasiha seraya mengingatkan contoh kecil saja ada seorang Fulan yang menangis dan mengharap bantuan dari saudara lainnya tatkala sang istri harus dioperasi di rumah sakit.

Sedangkan mereka orang asing di Poland yang tidak mengerti bahasa lokal (namun tidak pula berusaha mempelajarinya), sikap Fulan arogan berkata, “Cepatlah tolong kami, pasti Allah balas kalian nanti…bla bla bla”, manisnya ia sebut-sebut keindahan nama Allah ta’ala, padahal kebanyakan orang di ruangan itu tidak mengenalinya, bukan karena ia new-comer, melainkan sebab ia tak pernah muncul shalat fardhu di masjid. Shalat Jum’at pun ditegakkan hanya sesekali, pemuda Islam ini perkataannya berbeda dengan sikap sehari-hari, na’udzubillah minzaliik.

Manusia selalu mencari kenyamanan pribadi, manfaat diukur dari materi dan apa yang bisa melindungi dirinya dari bahaya. Mutiara keimanan bisa hilang dalam sekejap ketika tanpa sadar menempatkan Sang Pencipta kita bagaikan ‘asisten’ atau maid di hati, yang seharusnya Dia-lah Yang paling kita cintai, dan kita-lah yang menghamba, yang bersujud, lemah tiada daya dan upaya selain memohon pada-Nya.

Sungguh merugi jika sikap kita sedemikian, tatkala merasa diri “sangat perlu bantuan”, merasa bahaya kalau tidak segera meminta uang, minta cepat sehat, minta cepat selesai masalah, alias sudah ketakutan bagai menghadapi masa kematian, sehingga memanggil-manggil “Allah…I need YOU…. Tolong ya Allah… “, sementara di saat merasa nyaman damai alias kebutuhan materi sebagai penilaian cukup, merasa tak perlu memohon, dan merasa tak membutuhkan pertolongan-Nya.

Alangkah ruginya kita yang sudah menyadari bahwa setiap saat iman berubah-ubah, dan setiap detik Allah selalu Maha Menolong kita, namun tak setiap saat kita mengingat-Nya. Padahal sebait doa yang terlantun, dzikrullah bahkan jika hanya dalam hati, tak memerlukan bayaran, tak menyebabkan tenaga habis, bahkan menambah semangat energi jiwa raga kita.

Semoga hari ini kala kita menemukan pengalaman gembira, maupun peristiwa duka, kita tetap pada sikap menghamba pada-Nya, tersenyum menyambut ‘segala tarbiyah-Nya’, kita pasti selalu beriring didikan dan bimbingan-Nya agar bekal hidup di akhirat nanti dapat tercukupi, meraih rahmat-Nya dengan terjauh dari azab neraka, aamiin.


Kemuliaan diri bukanlah pada harta benda, lagi-lagi tak perlu risau akan nominal rezeki, kenikmatan terletak pada halal dan berkah, yang penting kita jalankan amanah-Nya, memetik setiap hikmah sebagai penggugur dosa-dosa. Setiap hari, pasti kita diberi nikmat ujian-Nya, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kenikmatan maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu dibatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku’. Sekali-kali tidak (demikian)!” (QS.al-Fajr: 15-17).

Ya Allah, Yang Maha Dibutuhkan, kami mohon, jagalah hati ini untuk tetap berada dalam bingkai kesyukuran. Kami selalu memohon pada-Mu, bersandar dan meminta pertolongan-Mu dalam perjalanan fana ini, faghfirlana…Ampuni kami ya Allah…


Tema ini tak hanya bermanfaat buat saudaraku yang muallaf (di Krakow) —yang notebene mengenali Islam hanya dari info internet, tercampur ajaran liberal, maupun syi’ah—, karena diri hamba pun sering lalai dan lupa mensyukuri segala nikmat-Nya, hingga tak sadar bahwa segala peristiwa dan kondisi adalah tanda kasih sayang-Nya. Tanda bahwa diri kita selalu membutuhkan-Nya, memilih jalan setiap detik dengan memohon tuntunanNya. Wallohu’alam bisshowab.

Krakow, pagi hangat, summer 2012 :-)

Sumber : dakwatuna

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah dari Krakow... :-)

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Friday, November 30, 2012

Sholat, must on-time !









When we are healthy or ill

When relaxing or on a trip

When at home, on public transport, or even in the garden

We must remember at times "must bow down to Him"

Sholat ... Prayer!

In the face of the earth, wherever, all places here in the world

Should be done, at the beginning of time

Sholat... Prayer!

As later in the grave and the village of the Hereafter

Prayer is the first thing as question by Him

Are We Ready?



Allah, please forgive me...

Barokalloh!

Thursday, November 1, 2012

Kisah Rasulullah SAW dan Pengemis Buta

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Apa kabar nih sahabat-sahabat yang baik? Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan penjagaan terbaikNya. aamiin ...:-)

Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita tentang junjungan kita, Nabi Muhammad Sallallahu alayhi wa sallam yang merupakan teladan terbaik sepanjang masa. Semoga dari cerita ini kita dapat memetik manfaatnya :-).

Dahulu ada seorang pengemis Yahudi buta di sudut pasar kota Madinah yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan kau dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan dipengaruhinya.” Namun, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan dan tanpa berucap sepatah kata pun. Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawakannya kepada pengemis itu, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah seorang Muhammad SAW yang selalu dihinanya setiap hari. Rasulullah Sallallahu alayhi wa sallam melakukan hal ini setiap hari hingga beliau wafat.

Setelah Rasulullah SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi yang buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah, yaitu Abu Bakar berkunjung ke rumah anaknya yang merupakan istri Rasulullah SAW. Ia bertanya kepada Aisyah r.a. , “Duhai anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah r.a. menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satupun kebiasaan Rasulullah yang belum ayah lakukan kecuali satu.”

“Apakah itu?”, tanya Abu Bakar r.a.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan kepada seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana,” kata Aisyah r.a. Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a. mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.


Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis itu marah sambil menghardik, “Siapakah kamu!”

Abu Bakar r.a. menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu diberikannya kepadaku,” pengemis itu melanjutkan perkataannya. (mengomeli sang sahabat r.a)

Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa mendatangimu. Aku adalah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”


Mendengar penjelasan Abu Bakar r.a., seketika itu juga pengemis itu meledak tangisnya, sangat menyesal, dan dalam basahnya air mata ia berkata, “Benarkah itu ? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawakan makanan setiap pagi. Ia begitu mulia, begitu agung, Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah”. Seketika itu juga pengemis itu bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a. dan sejak saat itu ia menjadi seorang Muslim.

Subhanallah ! Kisah yang sangat luar biasa dari seorang teladan kita, baginda Muhammad SAW. Duhai sahabat, itulah salah satu kisah dari sekian banyak kisah Rasulullah SAW yang mengandung makna nan amat menggugah, kesabaran, keikhlasan beliau SAW sudah teruji!

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,



:-)

Salam Ukhuwah dari Krakow! (^-^)

Thursday, October 25, 2012

9 Dzulhijjah 1433 H :-)

Assalamu'alaykumwrwb...

Alhamdulillah bangun subuh, langsung disiram tausiyah bahwa hari ini adalah hari arafah :-)

Mustajabnya Do’a pada Hari Arafah

foto Takbiran 1432H di Krakow



Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah -9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).
Subhanalloh....

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.

Insya Allah besok Sholat Iedul Adha, Kalau di Krakow, mulainya jam 9 pagi, karena matahari baru terbit sekitar jam setengah delapan-an, :-D

:-) Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah dari Krakow...

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Sunday, October 14, 2012

Musim Gugur di Krakow ❤

Assalamu'alaykum WrWb...

Musim gugur kali ini adalah yang ketiga kalinya buat kami di Krakow, mungkin saja ini 'autumn' terakhir kami, dengan pengalaman terhebat melalui tiga ramadhan di musim panas sejak 2010 lalu. :-) Walhamdulillah....

Tidak sama nuansa tiap musim di negara-negara Eropa, demikian pula di kota Krakow. Tahun lalu salju hanya turun beberapa hari saja di musim dingin, padahal tahun 2009 dan 2010 amat deras dan timbunan salju sangat tebal, suhu terekstrim saat itu kami rasakan hingga minus 36 derajat Celsius.

Mungkin tahun ini tidak separah itu lagi, sebab sudah terlihat 'aneh' sepanjang tahun, di musim semi~tak seperti biasanya, bunga-bunga tak terlalu bersemi. Dan saat musim panas yang lalu, kadang-kadang dingin dan berangin. Juga ketika 'autumn' atau musim gugur saat ini, tidak terlalu dingin, pagi sering berkabut dan suhu 1 derajat Celsius, namun siangnya hangat, bahkan cuaca terik hingga 17 derajat Celsius. :-D Hal ini adalah saat banyak pasien di rumah sakit, sebab banyak orang yang 'ngedrop kondisinya'...

Semoga teman-teman sehat selalu yah, :-)

Silakan menikmati Autumn Krakow melalui gambar kirimanku ini :

autumn rain

when the birds fly

fresher love

*Berhaiku : Miss...^^

The grey sky

In a wide field of grass

One roses



follow twitter @bidadari_azzam

wassalamu'alaykumwrwb, Salam Ukhuwah dari Krakow! ^^

Barokalloh!