Monday, February 21, 2011

❤ Lelaki Tua Di Persimpangan

pic : suasana taman kota tua- Krakow, saat musim panas dipenuhi orang berlalu lalang, jalan santai atau dengan mengayuh sepeda ❤

Assalamu'alaykumwrwb... Tahmid wa sholawat,
semoga dapat diambil hikmah, salam ukhuwah selalu... ❤

Ada kebiasaan-kebiasaan baik yang ditularkan masyarakat Krakow pada kami, mereka lebih disiplin, terutama saat Polandia telah bergabung dengan Uni Eropa beberapa tahun lalu.

Untuk pembuangan sampah, ada kotak warna-warni yang tersedia di setiap blok appartemen, warna hijau, kuning, dan biru, kadang-kadang di tempat lain, warna kotak di cat berbeda pula.

Di depan kotak, masing-masing bergambar sebagai petunjuk pembuangan : sampah kering berupa kertas, sampah plastik dan botol plastik, serta gambar botol kaca atau barang-barang yang terbuat dari kaca. Sedangkan sampah basah ditempatkan di “ruang sampah” masing-masing appartemen.


Di persimpangan jalan setiap kali akan membuang sampah di kotak-kotak itu, saya sering bertemu seorang pak tua, ia mencari-cari botol di salah satu kotak berwarna itu. Penampilannya sederhana, tapi bersih. Sepedanya sudah berkarat disana-sini, seperti sepeda zaman tahun ’70-an kalau di Indonesia, namun beliau nampak bersemangat dengan kesibukannya setiap sore itu.

Saya teringat sepeda miniku yang menemani hari-hari zaman sekolah, sepedaku masih lebih bagus dari sepeda beliau ini, tapi di Indonesia, waduh, setiap harinya sepedaku jadi bahan olok-olok teman, “idiiih, masih juga dipake’ sepeda bututnyeee, minta beliin babe donk, kan juara satu, harusnya ada hadiah dooonk…”, dan gurauan semacam itu, tapi Saya tidak marah pada si teman meski sakit hati, orang tuaku tetaplah kubanggakan, kasih sayang mereka tak bisa diukur dengan hadiah sepeda baru donk.


Sebenarnya, di Krakow sini kadang-kadang ada pengemis, di sudut pintu galleria (mall), namun hanya satu atau dua orang, dan hanya “nongkrong” dua atau tiga jam, sebab di jam-jam keramaian turis, mereka langsung diusir oleh para polisi yang berjaga-jaga.

Di antara yang sering “nongkrong” itu, Saya ingat wajah seorang nenek, sudah tua sekali mungkin 80-an usianya, tapi alangkah sedihnya nasib di usia setua itu, ia sering berdiri di sisi “sampah pembuangan puntung rokok”, di depan pintu galleria.

Beliau tidak meminta-minta secara langsung, hanya matanya menampakkan permohonan seraya menengadahkan tangan ke setiap orang yang lewat di situ, dan jika orang tersebut hanya membuang puntung rokok, si nenek ini langsung mengambil puntung rokok tersebut sebelum apinya padam. Ia langsung menghisapnya!

“Ya Allah… sebegitu kecanduankah si nenek terhadap rokok ? Naudzubillahi minzaliik”, bisik hatiku.


Berbeda dengan lelaki tua di persimpangan itu, ia hanya sibuk mengumpulkan botol-botol di kotak, perhatiannya begitu serius pada apa-apa yang dipilihnya. Sehingga beberapa kali bertemu dengannya, anakku hafal dengan wajah bapak itu. Dan pernah beliau ikut membantu memasukkan botol-botol bekas yang kami buang ke kotak-kotak tersebut. :-)

Lanjutkan saja membacanya di link oase iman-Eramuslim ini yah, sobat-sobat :-)

Note : Maaf, akun di situs jejaring sosial dgn nama asliku, atau nama Bidadari Azzam, atau BidadariNYA Azzam bukanlah akun milik Saya. Hanya akun yang terhubung dgn profil suamiku, yang merupakan akun pribadi saya, trims.

No comments:

Post a Comment